Arsip untuk Desember, 2007

TIDAK ADA YANG GRATIS DI DUNIA INI

Desember 12, 2007

Globalisasi yang melanda dunia menjadikan kita begitu dekat dengan prinsip ekonomi kapitalisme. Tanpa terasa kita mengukur hampir segala sesuatu dengan prinsip seorang kapitalis. Untung dan rugi selalu menjadi parameter dalam mengambil keputusan apa pun. Orang-orang yang bergelut dalam bidang keuangan menyebutnya sebagai risk and return. Kita selalu berprinsip bagaimana membayar yang sesedikit mungkin untuk mendapatkan hasil yang semaksimal mungkin. Hasil menjadi acuan tak peduli bagaimana cara mendapatkannya.

Kesuksesan dan kejahatan tidaklah gratis

Sejak dini kita sudah dikenalkan dengan prinsip ekonomi pay less to get more. Ketika masih sekolah, jika seorang yang rajin belajar mendapatkan nilai yang bagus kita menyebutnya “wajar saja dia sudah belajar”. Tapi kita cenderung memuji, “hebat kamu ngga belajar saja lulus”, mengabaikan bagaimana cara dia lulus.

Tapi sesungguhnya tidak ada yang gratis di dunia ini. Dalam bukunya The 7 Habits of Highly Effective People, Covey mengatakan tidak ada jalan pintas untuk mendapatkan sesuatu karena kita selalu menuai apa yang kita tabur. Kesuksean tidaklah gratis. Ada harga yang harus dibayar dan proses yang diikuti untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Ketika melihat beberapa penyanyi, kita cenderung mencemooh keberhasilan mereka hanya karena keberuntungan saja. Agnes Monica misalnya, banyak orang berpendapat kesuksesannya lebih karena keberuntungannya pernah menajdi penyanyi cilik. Tapi sedikit orang yang tahu untuk menjaga suaranya saja, dia melakukan diet ketat yang sangat konsisten. Baca entri selengkapnya »

Belilah “Body Shop”!

Desember 10, 2007

 

Atas undangan teman, tepat dua minggu lalu saya mengikuti pembukaan Pameran Lukisan dan Seni Rupa “Karya untuk Kawan” yang diselenggarakan oleh Komisi Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) bekerja sama dengan Fakultas Seni Rupa IKJ di Galeri Nasional Gambir. Pameran ini merupakan acara penggalangan dana tahunan Komnas Perempuan melalui penjualan lukisan dan patung yang disumbang oleh 32 Perupa dan Pelukis nasional.

Tidak seperti yang dikhawatirkan, acara ini ternyata dipenuhi para undangan dan pengunjung yang sangat antusias. Tidak kurang acara juga dihadiri oleh tokoh terkenal, aktivis-aktivis internasional serta beberapa artis aktivis.

Dalam penutupnya, pembawa acara mengumumkan nama donatur dan besarnya sumbangan yang salah satunya adalah The Body Shop yang menyumbang sebesar seratus delapan puluh juta rupiah. Kontan saya menyelutuk, “Lho kok cuma segitu?” Yang terlintas dalam benak saya saat itu adalah harga blush on cair Body Shop sebesar dua ratus lima puluh ribu rupiah per tabung kecil. Dengan harga per item semahal itu, seratus delapan puluh juta tentu tidak ada artinya bagi The Body Shop. Baca entri selengkapnya »

THE ANSWER: THE ENTRY TEST TO HEAVEN (MOSLEM VERSION)

Desember 1, 2007

1. Five times.

2. As taught by Prophet Mohamed.

3. No statement how many times prayers in Qur’an, it was stated in Prophet Mohamed tradition (read: Sunnah Nabi).

4. It is Moslem sacred book, revealed to Prophet Mohamed (any answer close to or advanced to this statement is correct).

5. Prophet Lot, Ishmael and Isaac (read: Nabi Lut, Ismail and Ishaq-state one of these three will be correct).

6. Prophet Hobab (read: Nabi Syuaib).

7. 10 years.

8. 950 years.

9. Yellow.

10. 19 angels.

To go back to the article, please click here.

To go back to the question, please clik here.

Review Novel “Ayat-ayat Cinta”: Another Cinderella Story?

Desember 1, 2007

Penolakan pengajuan ijin suting Film Ayat-ayat Cinta di Mesir oleh Pemerintah setempat membuat saya tergerak untuk membaca novel laris ini.

Ketika membaca bab pertama, ekspektasi saya terhadap novel ini sangat tinggi. Seting novel di Mesir dan lika-liku perkuliahan di Universitas Al Azhar bagaikan oasis di tengah padang pasir novel chic lit dengan dominasi seting kehidupan hedonis kota besar. Harapan saya, meskipun judulnya sangat melankolis, novel ini akan menggambarkan perjuangan seorang mahasiswa Indonesia dalam meraih cita-cita di Universitas Al Azhar.

Namun di bab berikutnya ekspektasi saya semakin menurun. Sang tokoh utama digambarkan sebagai mahasiswa sesuci nabi dan mengalami banyak sekali mukjizat. Yang sangat menggelikan, kisah 25 rasul dianalogikan secara telanjang dalam kehidupan sang tokoh utama. Baca entri selengkapnya »

Review Buku: Bank Kaum Miskin

Desember 1, 2007

Diterbitkan oleh Margin Kiri, buku ini bercerita tentang Muhammad Yunus, pendiri Grameen Bank di Bangladesh sekaligus pemenang Nobel Perdamaian 2006.

Yunus mengubah pakem bank di dunia tentang collateral sebagai syarat kredit bank. Grameen Bank memungkinkan orang miskin papa yang tidak bankable dari kaca mata bank konvensional menjadi layak untuk menjadi debitur sekaligus menjadi pemilik Grameen Bank.

Tidak seperti bank lain, Grameen Bank membatasi nasabah dan debiturnya kepada para perempuan. Penelitian Yunus menunjukkan ketika seorang ibu dari keluarga miskin mulai memperoleh pendapatan, impian keberhasilannya selalu terpusat di sekitar anak-anaknya. Prioritas kedua adalah rumah tangganya. Sebaliknya laki-laki memiliki prioritas yang berbeda. Ketika seorang bapak dari kelaurga miskin memperoleh pendapatan lebih, dia lebih memusatkan perhatiannya kepada dirinya sendiri. Karenanya Yunus meyakini uang yang masuk ke rumah tangga melalui perempuan lebih bermanfaar bagi keluarga secara keseluruhan. Baca entri selengkapnya »