Review Novel “Ayat-ayat Cinta”: Another Cinderella Story?

Desember 1, 2007

Penolakan pengajuan ijin suting Film Ayat-ayat Cinta di Mesir oleh Pemerintah setempat membuat saya tergerak untuk membaca novel laris ini.

Ketika membaca bab pertama, ekspektasi saya terhadap novel ini sangat tinggi. Seting novel di Mesir dan lika-liku perkuliahan di Universitas Al Azhar bagaikan oasis di tengah padang pasir novel chic lit dengan dominasi seting kehidupan hedonis kota besar. Harapan saya, meskipun judulnya sangat melankolis, novel ini akan menggambarkan perjuangan seorang mahasiswa Indonesia dalam meraih cita-cita di Universitas Al Azhar.

Namun di bab berikutnya ekspektasi saya semakin menurun. Sang tokoh utama digambarkan sebagai mahasiswa sesuci nabi dan mengalami banyak sekali mukjizat. Yang sangat menggelikan, kisah 25 rasul dianalogikan secara telanjang dalam kehidupan sang tokoh utama.

Adalah Fahri seorang khadim kiai dan batur santri, keturunan petani miskin asal Jawa yang entah bagaimana (tidak diceritakan sama sekali) bisa kuliah S2 di Universitas Al Azhar.

Kisah hidup Fahri ibarat kisah hidup di negeri dongeng. Dengan kesalehan, kebaikan hati, kecerdasan dan kedewasaan yang luar biasa, Fahri yang digambarkan sebagai laki-laki miskin, berperawakan dan bertampang biasa saja sangat disukai oleh gadis-gadis cantik, cerdas, dan terbaik di sekitarnya.

Ekspektasi saya terhadap novel ini sirna di bab tujuh belas. Digambarkan saat Fahri berdoa agar ada seorang gadis yang meminangnya, keesokan harinya Aisha seorang gadis sangat cantik keturunan Jerman-Turki, cerdas, solehah, dan belakangan diketahui sangat kaya yang dikenalnya di kereta Metro meminangnya melalui paman Aisha. Mendengar Fahri sudah menerima pinangan Aisha, Nurul mahasiswi cantik asal Indonesia yang merupakan putri seorang kiai ternama di pesantren di Jawa Timur merasa sangat menyesal hingga mengirimkan surat yang meminta Fahri untuk menjadikan dia sebagai istri kedua.

Tanpa sepengetahuan siapa pun, Maria seorang gadis Koptik (Arab Mesir yang beragama Kristen) yang sangat cantik, tetangga Fahri yang hafal Al Quran juga diam-diam memendam cinta yang sangat dalam kepada Fahri. Begitu merananya, Maria sampai sakit akut karena kehilangan semangat hidup.

Sebaliknya Noura, gadis muslim Mesir berambut pirang yang sangat cantik yang diselamatkan Fahri dari siksa ayahnya justru sangat membenci Fahri. Noura yang digambarkan masih bersekolah di tingkat lanjutan atas sangat mendendam karena cintanya ditolak oleh Fahri. Dengan fitnah yang keji, Noura berusaha menjebloskan Fahri ke dalam penjara Mesir yang digambarkan sangat sadis.

Sejujurnya dari segi cerita, novel ini hanyalah Another Cinderella Story tidak berbeda dengan tipikal cerita sinetron-sinetron televisi nasional saat ini. Seharusnya, dengan seting perkuliahan di Al Azhar dan kehidupan di Mesir, ide cerita bisa lebih dari sekedar kisah cinta ala Cinderella. Menurut saya, penulis terlalu gegabah untuk mengatakan novel ini sebagai novel pembangun jiwa.

Tags: , , , , , , , , ,

57 Tanggapan ke “Review Novel “Ayat-ayat Cinta”: Another Cinderella Story?”

  1. Ananda Putra Berkata

    Saya pribadi mengakui sosok Fahri di novel itu terlalu sempurna, dan ini menjadi salah satu hal yg paling banyak dikritik. Anda sebut sebagai “Another Cinderella Story” juga gak salah, karena isinya memang bagaikan dongeng yang tidak pernah terjadi di dunia nyata. Tapi kalau disebut bukan novel pembangun jiwa, aku tidak sependapat.

    Bagi non-muslim mungkin iya novel ini tidak membangun jiwa, tapi bagi orang muslim khususnya lagi org yg benar imannya, novel ini sangat mencerahkan. Di dalamnya jelas sekali contoh-contoh pelaksanaan syariat Islam yg berkaitan ttg dunia cinta. Saya pikir hanya sedikit umat Islam yg mengetahui mengenai tata cara me-manage cinta yg sedang bergelora dalam dirinya, sampai tata cara meminang yg Islami. Novel ini memberikan contoh-contohnya yg ternyata cukup sederhana pelaksanaannya.

    Contoh-contoh itulah yg menurut saya bisa membangun jiwa khususnya bagi muslim yg taat agama.

  2. alex Berkata

    Eh, ternyata ada yang mengalami perasaan yang sama terhadap novel yang satu ini? :shock:

    Benar, aku juga merasa ‘tidak bisa mengapresiasi’ novel ini. Ceritanya terlalu melangit, dengan tokoh yang terlalu beruntung kehidupannya, mulus dan lempang jalan hidupnya.

    Namun di bab berikutnya ekspektasi saya semakin menurun. Sang tokoh utama digambarkan sebagai mahasiswa sesuci nabi dan mengalami banyak sekali mukjizat. Yang sangat menggelikan, kisah 25 rasul dianalogikan secara telanjang dalam kehidupan sang tokoh utama.

    Couldn’t agree more :lol:
    Memang demikian adanya. Dengan respek pada usaha si penulis untuk menulis novel – yang mesti diakui bukan suatu hal yang mudah – di sini ini yang membuat cita-rasa novel itu jadi hilang di lidah. Kasarnya, bukan selera orang ‘memiliki dosa’ dan hidup dalam kenyataan seperti aku dan orang-orang yang aku kenal.

    Agaknya novel ini cocok kalo diiringi lagu lama Queen: Too Much Love Will Kill You :lol:

  3. GRaK Berkata

    tapi setidaknya memberikan pengalaman berarti buat pembacanya bahwa cara menjalin hubungan dengan benar *walau ngak se paripurna yang disyariatkan* :)

  4. emyou Berkata

    Sepakaaaaaattt!!!

    Waktu itu gw tertarik baca gara2 seorang temen bilang kalo ini novel BAGUS BANGET. Tapi pas gw baca sendiri kok ya gak segitunya. Emang si ada beberapa yang gw bisa kategoriin sebagai usaha dakwah, tapi kok tetep aja gw liat agak maksa. Mala gw cenderung bilang GAK SUKA saking terlalu muluk2nya penggambaran tokoh di situ. Sekarang muncul filmnya pun gw sama sekali gak tertarik kok buat nonton.

  5. Malia Berkata

    @Ananda Putra
    Mungkin maksud Anda adalah novel ini membangun jiwa Anda. Yang ingin saya tanyakan apa maksud anda sampai menulis dua kali:

    “Bagi non-muslim mungkin iya novel ini tidak membangun jiwa, tapi bagi orang muslim khususnya lagi org yg benar imannya, novel ini sangat mencerahkan”.
    “Contoh-contoh itulah yg menurut saya bisa membangun jiwa khususnya bagi muslim yg taat agama”.

    Apakah anda bermaksud mengatakan saya (beragama Islam)yang tidak merasa terbangun jiwanya karena novel ini maka saya bukan orang yang taat agama, bukan orang yang benar imannya? Hati-hati dengan komentar anda.

  6. zulkhan Berkata

    Mengapa kita hanya menilai sebuah novel yang terbit ditengah kegersangan novel masa kini ini, sebagai sebuah dongeng semata (cinderella). Perlu diketahui, didalam novel ini, mengajarkan bagaimana cara kita bermuamalah, bagaimana kita mengetahui lebih jauh tentang islam, bagaimana kita mencari pasangan secara islami (yg pada zaman sekarang ini udah jarang) karena kiamat emang udah dekat. Jadi, kenapa gak diambil aj hikmah dan teladannya. Apa anda tidak bahagia, jikalau asbab novel ini, banyak dari cowok indonesia ingin meniru contoh Fahri (hafal alquran, berwibawa, jujur dll). Apa anda juga tidak bahagia jikalau cewek indonesia meniru akhlaq aisha, nurul, ato maria. Klo gak bahagia berarti anda tidak mendukung usaha dakwah ini.
    Secara tidak langsung, tulisan anda yang menyebutkan novel ini tidak layak di sebut “novel pembangun jiwa”, mempengaruhi banyak pembacanya untuk tidak interest dengan novel ini ato apa2 yang ada di dalamnya.

  7. Malia Berkata

    Review saya adalah murni pendapat saya ketika membaca novel ini. Buat saya novel itu kan tidak dibangun dari setting cerita saja. Ada tema, alur cerita, ada sisi kemanusiaan yang menjadikan cerita fiksi ini membumi. Kalau orang lain menulis sangat terinspirasi dengan novel ini dan ingin menjadi Fahri/Maria/Aisha/Noura sekalipun buat saya ya silahkan saja. Sekarang kan jaman informasi, orang boleh berpendapat apa saja. Meskipun saya orang Islam, bukan berarti saya harus makmum pendapat yang ada bahkan atas nama dakwah sekalipun.

  8. ibnu Berkata

    tokoh fachri dalam novel ini, menurut saya wajar. memang begitulah seorang muslim seharusnya dlm menjalani hidup, antara dunia dan juga masa depan berjalan secara seimbang.
    bagi anda yang memang terbiasa baca novel mungkin “ceritanya biasa saja” namun bagi kami, jalan cerita yang ada dlm tersebut dapat menggugah hati.
    untuk Sdri Malia:”maaf” saya katakan Anda memang tidak taat Islam, buktinya jilbab adalah salah satu yg seharusnya menjadi identitas muslimah saja Anda tinggalkan.
    ketahuilah, menutup aurat sama wajibnya dengan mengerjakan shalat lima waktu, puasa, zakat, dan juga berbakti kepada kedua orang tua.

  9. akusuka Berkata

    mungkin judulnya diganti “ayat-ayat cinderella” ???
    saya belum baca, tapi barangkali ada baiknya ada kisah l mengenai si pemuda yang taat tsb beristri orang yang biasa saja yang sederhana, spt novel “nikah dini keren”.
    kalau cewe dari kalangan kaya biasanya pola hidupnya beda dgn cewe kalangan sederhaa, spt biasa dilayani pembantu, pakaian, piring, kasur sudah bersih dirapikan pembantu.

  10. akusuka Berkata

    Saya pernah menulis ttg jilbab di sini: http://islamlib.com/id/index.php?page=comment&art_id=339&pageno=12

    saya tidak menemukan ayat alquran yang menyatakan “memkai jilbab wajib hukumnya” meskipun Imam/penguasa berhak menyatakan hukum memakai jilbab wajib.

  11. Malia Berkata

    @Ibnu,
    Kalau saya boleh bertanya pastaskah orang menghakimi orang lain tidak taat agama, tidak benar imannya HANYA karena orang tersebut mengangap “ayat-ayat cinta” tidak membangun jiwa?

    Bukanya mengomentari esensi diskusi, anda malah menghakimi saya tidak taat Islam karena saya tidak berjilbab. Saya yakin anda TIDAK SERIUS ketika menyetarakan jilbab dengan salat, puasa, dan zakat (baca: rukun Islam), bukan?

  12. hindria Berkata

    Dear friends
    Sebuah novel atau tulisan yang dipublikasikan secara luas tentu akan mengundang pro kontra dari pembacanya karena setiap orang mempunyai pemahaman yang berbeda terhadap suatu tulisan. Lepas dari isi dan kualitas cerita, maka latar belakang kehidupan seseorang, pengalaman spiritual, tingkat intelektualitas juga akan sangat mempengaruhi daya cerna pembaca terhadap sebuah tulisan.

    The point is : Biarkan orang berpendapat dan hormati pendapat orang tanpa perlu mencela ataupun men-justifikasi orang lain karena pendapatnya karena setiap orang mempunyai alasan dan latar belakang kenapa dia berpendapat demikian.
    Blog yang dibuat oleh rekan Malia tentunya adalah pendapat pribadinya yang wajib kita hormati lepas dari itu benar atau salah. Pendapat tersebut jangan dianggap sebagai suatu “ajaran sesat” yang harus dimusuhi dan dibasmi. Toh dia hanya beri komen. Dan sepanjang pemahaman saya meski rekan Malia mengungkapkan bahwa “novel tersebut tidak membangun jiwa” namun saya tidak melihatnya sebagai suatu aksi persuasif atau intimidatif kepada para pemirsa. Just her expression about the novel. Akhirnya semua berujung pada “Lakum Dinukum Waliyaddiin”.

  13. oyie Berkata

    ibnu hanya berkata tanpa berpikir tuh

    indonesia cocoknya pake kebaya, baju kurung dan baju daerah lainnya hehehe

  14. cigit Berkata

    Hi All,

    Semua tidak ada yang salah and semuanya benar karna itu adalah pendapat dari dalam diri kalian masing-masing. tinggal tergantung bagaimana cara kita untuk menanggapi all of the comment.
    Sebenarnya banyak yang perlu kita pelajari dari dalam novel tersebut, dan itu semua adalah mengajarkan kita bagaimana menjalani kehidupan ini berdasarkan ajaran Al-Quran dan Sunnah Rasulullah SAW.
    Dari mulai orang yang masih lajang, bagaimana dia menjalani kehidupannya untuk mencukupi kebutuhan hidup tanpa banyak mempengaruhi orang lain.
    Dari orang yang ingin mencari pasangan hidup (bersuami ato beristri) yang tanpa harus melalui proses “pacaran” seperti orang kebanyakan saat ini.
    Bagaimana cara kita hidup berumah tangga secara islami yang saling mengisi kekurangan diantaranya, saling mengingatkan, bagaimana menjadi suami ato menjadi istri yang baik.
    Bagaimana cara kita hidup bertetangga yang tidak melihat dari agama, suku, etc.
    Bagaimana menghargai orang asing yang bertamu atau berkunjung, bahkan bekerja di negara orang lain yang harus dihormati dan telah berada dalam jaminan Allah dan Rasul-Nya serta jamaah kaum muslimin, dan bukankah cerita itu telah menyertakan sabda Rasulullah. Tetapi apa yang telah terjadi di Bali dan tempat2 lainnya..????
    Bagaimana cara kita hidup dalam satu kost2an sebagai orang yang merantau dan menghidupi satu sama lain.
    Bagaimana sikap kebanyakan orang2 yang mengaku sebagai muslim, dan itu tidak hanya terjadi di Indonesia.
    Bagaimana sikap pemerintah kita dalam menanggapi setiap masalah warganya yang berada di Luar Indonesia.
    Mengingatkan kita semua untuk selalu bersyukur kepada Yang Maha Kuasa.
    Bagaimana kita menentukan sesuatu yang membuat kita bingung dalam memilihnya (shalat istikharah).
    Juga mengingatkan kita bahwa Allah SWT tidak akan berhenti memberi nikmatNya kepada kita meskipun kita berada dalam tempat yang mengerikan seperti penjara (yang tertera dalam novel).
    Dan masih banyak pelajaran yang harus kita ambil didalamnya, dan itu semua tergantung bagaimana cara kita menanggapi dan memahami dari isi bacaan tersebut.
    Itu semua dakwah, dan saya yakin si penulis tidak ada niat lain kecuali dakwah di jalan Allah.

  15. cigit Berkata

    Dear Bapak Akusuka,

    Benar adanya bahwa Al-Quran tidak mengatakan wajib hukumnya untuk memakai jilbab, tetapi Al-Quran telah mengatakan “wajib bagi kita semua untuk menutup auratnya”, dan “aurat” itu sendiri telah disebutkan didalam Al-Quran (bagian yang wajib ditutup) untuk laki-laki dan perempuan.
    Dan kenapa si penulis membuat ceritanya bahwa sang pemeran utama mendapatkan istri yang kaya..??? the answer is: apakah anda yang pernah menulis tentang jilbab mengetahui kisah tentang anak Nabi Adam? dimana Allah telah menentukan jodohnya antara laki-laki dan perempuan, antara yang jelek dan yang cantik / ganteng, bahkan yang kaya dan miskin. meskipun terkadang ada yang berlawanan, tetapi apa yang telah ditentukan oleh Allah itu adalah yang terbaik bagi umatnya, dan hanya Allah yang Maha Mengetahui.

  16. akusuka Berkata

    Untuk Mas/Mba’ Cigit:

    Mengenai kriteria aurat dalam Al Quran apa ya? Setahu saya ayatnya berbunyi “hendaklah ambil kain tutup dadamu….”

    Jadi menurut kamu, wanita yang dipaksa Jepang menjadi budak nasfu adalah terbaik dari Allah buat umatnya?

    Misal anda wanita/pria ganteng dan kaya terus datang pria/wanita jelek dan miskin tapi iman-nya bagus…. terus anda tolak? Padahal pria/wanita jelek dan miskin tsb tiap malam tahajud supaya bisa menikah dengan anda. Takdir jodoh itu gak semudah itu, ada campur tangan manusia,

    Kisah adam tidak ada dalam Al Quran. Saya tidak yakin bahwa anak-anak adam melakukan perkawinan sedarah (incest) ….

  17. Falery Berkata

    Jilbab tidak wajib? Silakan cek dengan teliti, baik Anda muslim ataupun bukan!
    Al-Ahzab: 59
    An-Nur: 31
    Para mufasir (ahli tafsir Al-Qur’an), para fuqaha (ahli fiqh), maupun ahli Hadis, insya Allah, tidak berselisih pendapat dalam masalah ini. Ayat-ayat tersebut begitu jelas.

  18. Malia Berkata

    @Falery
    Mengapa tidak anda tulis sekalian arti ayat yang anda refer dan sebab turunnya ayat?

    Sudah berbusa-busa rasanya diskusi tentang jilbab di pengajian jurusan, mesjid kampus sampai yang terkini di internet. Untuk teman-teman yang berpendapat jilbab itu wajib, jika kekurangan materi bisa me-refer website Hidayatullah, Kafe muslimah, Kota santri, Jilbab online dll. Untuk yang berpendapat sebaliknya ada rujukan islamlib.com, perspektifbaru.com.

    Intinya para ahli sepakat masih terdapat perbedaan pendapat dalam masalah jilbab. Forum diskusi dalam blog saya set tanpa moderasi, silahkan berkomentar apa pun tanpa menghakimi. Menurut saya orang yang berilmu pun tidak berhak mengahakimi iman orang lain atas dasar jilbab apalagi kita yang baru kulakan hadis kemarin.

  19. pinokio Berkata

    Ass.. slamat pagi, kebetulan lagi nyari bahan kuliah buat skripsi, eh malah nyasar ke mari. Auk nich paman Google nya. nggak sengaja baca tulisan sama komentarnya, jadi ikutan pengen komentar. Tapi mungkin nich blog cuma lewat doang. Kagak bakalan kebaca lagi besok2. orang nggak sengaja pun kebukanya. boleh kan gue komentar? Entah berguna entah kagak, ya kagak peduli. he, he, he…

    Bagi gue sich pertama pas baca tulisannya si alia gue malah penasaran mau baca, habis dia nganggep seakan-akan isinya kagak ada mutu (biasalah karakter orang indonesia, kalo dilarang, pasti dilaksanain, kalo dibilang jelek, pasti ngebaca. kalo dibilang bagus. malah justru males bacanya, :D ), tapi pas baca2 komennya jadi males baca. abis garis besar ceritanya dah tau. en kira2 pesan moral apa, juga udah punya kesimpulan. ya tentunya versi gua..

    Trus komentar gue kedua, buat lu-lu pada. kok nich forum jadi “angot” gini yach. Jadi ada dua kubu yang gontok-gontokan. Yang satu seakan-akan jadi orang yang dianggap “taat agama”, satu lagi dianggap”kagak taat agama”. Trus saling nyindir sok pake bahasa alus segala. Udah kagak ada etika diskusinya. Mending langsung aja bilang kasar, Yang ‘taat agama’: “Kapir lu..!!” , trus yang ‘kagak taat agama’ : “Sok alim lu..!!” . Selesai, habis perkara. Kadang gaya penulisan seseorang jadi penilaian karakternya lho ama orang lain. Kalo gua sich emang udah dasarnya katrok, ya jadi tulisan en koment nya kayak gini.

    Trus koment gua selanjutnya, tentang kajian al-qur’an. Karena kebetulan gua orang katrok, bagi gue apa yang gue anggep baik en gue bisa jalanin, ya gue jalanin. Apa susahnya tho. Kalo masih belum bisa, ya sory2 aja dulu sementara. Tokh Tuhan nggak pernah maksa umatnya pun. kan cuma sesuai kemampuan yang dikasih ama dia. Kalo kita dikasih kemampuan – anggap dalam kateogi point – nilainya 7. ya kita laksanaain 7, kalo mau ngotot jadi 8 juga susah coy. emang kita dikasih segitu. Tapi kalo kita dikasih kemampuan 7 en kita laksanain cuma 4, ya tentunya 3 lagi bakalan ditanyain lah sama Tuhan. Itu tanggung jawab luch (bukan gua). Satu lagi kalo gue anggep jelek, ya gue tinggalin. ngapain repot ribut2 segala. Kan pada dasarnya fitrah manusia itu suka sama yang baik2. Tinggal kondisi iklim aja sisanya yang nyebabin dia bisa aplikasiin itu semua (kayak cuaca aja).

    Bersambung, dulu kebagian dua. kagak enak kepanjangan. ntar lu bosen lagi bacanya. kalo dibagi-bagi kan jadi kagak keliatan panjangnya.

  20. pinokio Berkata

    bagian 2

    Lanjut lagi mengenai tafsir. Bagi gua sich itu urusannya ahli2 nya ajalah yang bahas. bukan urusan gua. gua tinggal terima hasilnya aja. orang pemahaman gua masih cetek. sok hebat pula kajiin ayat. apalagi sok ngartiin bagian kata2 dalam ayat qur’an. Bahasa Tuhan tuch. Bisa kenak kemplang gua nanti sama pencipta gua.

    Intinya gini, gue penah baca buku2 kayak “Membaca pikiran Tuhan” karya nya Paul Davis. ujungn2ya ada 3 kesimpulan yang justru kesimpulan itu jadi sebuah tanda tanya yang gak jelas. Trus juga buku2 kayak “tafsir fi zilali qur’an” karangan sayyid qutb (kagak selesai2 abis banyak amat babnya) yang dianggap sesat oleh salafi tapi dianggap pahlawan bagi ikhwanul muslimin. disitu terjawab, menurutnya kalo kita (manusia) cuma dikasih ilmu terbatas. qur’an itu isinya cuma petunjuk untuk jadi khalifah dimuka bumi en gimana kita ngolah alam ini. Tentunya dalam basis ketaqwaan. nggak ada yang lain. Kita enggak dikasih kemampuan yang lebih untuk mengkaji lebih jauh mengenai yang lain. kita nggak dikasih ilmu untuk itu. jadi ngapain pusing2 ngurusin yang nggak kita sanggup en emang nggak dikasih kemampuan untuk itu. Nggak mungkin petunjuk motor bebek kita otak-atik en maksain supaya motor bebeknya jadi pesawat. cape deeee… Simpelnya ginilah, jadi seperti abu bakar, jangan seperti umat nabi musa.

    kita juga dikasih akal kok buat filter, mana yang bener en salah. Ngapain pula musti ngadirin para ahli qur’an atau hadits segala. kalo nggak mau ngelaksanain, ya wess tho.. Ntar takut bid’ah lagi, atau aliran sesat kalo nggak tau asal-usulnya. Alaahh… jangan bego2 amatlah pengalaman spiritualitas sama tingkat intelektualitas nya. Kalo yang nama nya kebaikan itu, kalo dilaksanain, akal, hati, pikiran semuanya tenang. perasaanpun enak. kalo perbuatan jelek, meski enak, tetap aja hati nurani itu berontak. percaya dech sama gua.

    Trus bagi elu2 yang katanya dakwah, jangan pake main tuduh2 kapir segala ama orang. itu urusan dia sama Tuhan. Mana ada cara dakwah kayak gitu. wajarlah orang protektif kalo di attack kayak gitu.

    Gua bukan naseatin lu2 pada yang ebat2 yang bahasanya kagak gua paham lho, bagusnya balik ke topik obrolan, biar diskusinya enak.

    udah yach. abis gue kirim nich koment kedua. paling gue close. en gak tau dech lo komentar apa sama tulisan gua. he, he, he… cian dech lu yang mau komentar kagak gue tanggepin.

    Kadang enak juga yach jadi anak kecil. atau anak kecil yang pintar bermain bahasa.

  21. Indra Berkata

    Subhanallah, Wallhamdulillah,wa laa ilaaha illallah, Allahuakbar setuju bung Zulkhan

  22. eldiansyah Berkata

    ass…sy nggak tau betapa mnysalx sy klw nggak baca novlx,emang sy ketinggalan jauh dgn teman2 yg udah duluan bc tp sy nggak mrasa rugi wlw agak lambat dpt info ttng novel aac n jg faktor daerag sy yg jarang bangeet n cepat dtng bulu2 baru, mengnai novelx sy cuman bs bilang msh ada tiak manusia yg se2mpurna fahry,sesabar aisyah n tegar nurul n sehebat maria sekarang ini.salut deh buat pengarangx. ni novel sangat dramatis tentang cintax,ttng hidupx,ttng perjuangan dinegri irang n ttng kesempurnaanx walaw kiata tau tdk ada g sempurana,salam buat tman2 yg suka ma ni novl moga flemx di putar di palu amiiin….

  23. dita Berkata

    hi hi hi kok pada jadi berselisih pendapat soal jilbab ya… komen saya ttg AAC, saya cukup menikmati membaca novel itu. cukup menyentil saya supaya lebih dekat dengan Tuhan. saya malah gak terlalu pusing soal Fahri yang begitu digilai beberapa wanita dan digambarkan begitu sempurna. penggambaran kesempurnaan tokoh Fahri adalah jamak dalam suatu cerita fiksi, lalu soal lelaki digilai wanita aahhhh tidak mau berkomentar panjang karena saya pikir ada hal-hal lain yg lebih baik yang bisa diambil dibanding hanya sekedar membahas 2 hal tersebut. wajar saja setiap sesuatu yang dikenal khalayak akan timbul pro dan kontra, yang penting kan tetap damai he he…

  24. DESTA Berkata

    buat yg punya Blog, silahkan buat dulu novel yang lebih bagus dari ayat-ayat cinta…baru bisa ngomong
    OMDO
    SIRIK
    GA SUKA ORANG LAIN SUKSES

    ….

    TIPIKAL ORANG INDONESIA

  25. rachma dewi Berkata

    aduh ba’malia apaan si….!
    namanya juga novel ya..penuh dengan imajinasi …coba dech dah baca novelnya itu ambil pelajarannya ….bahwa orang yang soleh itu bahwa ada balasan ga didunia nanti diakhirat….Allah SWT maha adil….jadi lait contoh tokoh fahri yang soleh dapet bidadari nah …kita juga harus soleh jadi dapet balesan dr Allah ga didunia tp nanti diakhirat…amin!

  26. ulan Berkata

    waaa… di sini seruuuu…
    lah, bukan nya setiap masalah punya banyak sisi, kalau emang suka ama buku nya silahkan, yang enggak suka enggak boleh hasut,
    yang suka ama Islam silahkan tapi jangan hasut, yang enggak suka silahkan tapi tetap damai di bumi..

    *aku abis kemasuk-an apa ini tadi ya..*

  27. Muhammad Berkata

    Assalamualaikum ya ampuunn hanya karena membahas review novel KACANGAN aja sampe pada ribut…. cupu lo ah semua!!!
    Kalo menurut saya novel Ayat-ayat Cinta hanya so so alias average, ga lebih….

    salam Kasih, und friede auf erden

    Wassalamualaikum

  28. missglasses Berkata

    setiap buku kan pasti ada kelebihan sama kekurangannya..
    gitu aja ko repot..

  29. ruwi Berkata

    Ass. wrwb. (MOHON DIBACA PENDAPAT SAYA INI, KARENA INI PENTING DAN MAAF JIKA TERLALU PANJANG) untuk yang pro dan untuk yang kontra. Memang benar novel ini menyajikan kesempurnaan yang bisa dibilang tidak mungkin ada di dunia nyata atau lebih kerennya seperti “dongeng”. Baiklah saya jabarkan pendapat saya tanpa harus melihat sisi agama yaitu islam, karena menurut saya ketakwaan, kesholehan seorang muslim serta keikhlasan dalam beribadah hanya Allah SWT yang dapat menilai, hanya Allah SWT Yang Maha Mengetahui. Baiklah mulai saja pendapat saya, saudariku Malia saya sangat takjub sekali dengan sikap kritismu untuk novel ini, mungkin dikarenakan kamu penggemar Novel ya?, wah berarti saya harus hati-hati mengeluarkan pendapat ini. Afwan ya Malia saudariku, benar menurutmu bahwa Novel ini terdengar seperti dongeng dimana penggambaran sosok tokohnya yang begitu sempurna karena tau kenapa? yaitu Novel ini memang digolongkan Fiksi yaitu tidak nyata. Jadi wajar saja jika saudariku Malia berpendapat “Ayat-ayat Cinta”:Another Cinderella Story. Tidak ada yang salah dari pendapatmu itu, terima kasih telah mengingatkan kami(saudara/i mu ini yang kemungkinan telah hanyut oleh tokoh2 yang sempurna di dalam novel ini). Tapi saudariku Malia, sebelumnya insyaalah pendapatku ini dapat kau telaah(tanpa ada paksaan ya Malia). Kenapa Novel ini dikatakan dapat menggugah jiwa kita? yaitu kalau kita baca dengan seksama bahwa penggambaran tokoh fahri sebenarnya tidak sempurna, tau kenapa? jika kau pahami ada scene-scene tertentu dimana ada kalanya fahri tidak sempurna(afwan jika saya tidak menjabarkannya, mungkin bisa Malia baca lagi novelnya, yang saya maksud disini bukan finansial dalam arti bukan karena ekonomi si tokoh fahri yang digambarkan sbg rakyat jelata, sama sekali bukan soal finansial. Skali lagi afwan ya saudariku). Dengan ketidaksempurnaan itulah dia belajar sedikit demi sedikit tanpa menyakiti siapapun tanpa menzalimi siapapun untuk menjadikan dirinya sebagai kekasih Allah SWT begitupun juga dengan tokoh2 sempurna lainnya yang digambarkan dalam novel ini. Saudariku Malia, saya hanya berpendapat insyaallah maksud dari pengarang hanya dakwah semata, walaupun dengan khayalan yang tinggi tapi si pengarang tetap istiqomah dengan tambahan-tambahan bumbu ayat-ayat Allah SWT yang begitu bagus, indah dan menyentuh. Dimana mungkin diantara kita masih jauh dalam pemahaman Islam akan Al-quran dan hadisnya(termaksud saya yang masih terus belajar untuk mencintai Islam). Islam suka dengan keindahan serta keragaman. Bukankah sebuah Novel bahkan Dongeng akan lebih indah dan menyentuh jika di dalamnya ada asma Allah? Bukankah sebuah novel bahkan dongeng akan lebih bermakna jika di dalamnya terdapat adab-adab seorang muslim yang sejati? Pernahkah kita sedikit menuai kebahagiaan untuk novel islami ini yang boleh dikategorikan sebagai dongeng?. Jujur saya katakan, apakah saya pantas menjawab pertanyaan2 itu walaupun saya sendiri yang mempertanyakan. Karena saya tau bahwa Allah menciptakan keragaman yang begitu mulia; fisik, fikiran yang beragam itulah yang membuatku semakin ingin menjadi kekasih Allah SWT. Seperti anda wahai saudariku Malia, begitu inginnya saya mengenal anda dengan rasa takjub saya akan sifat kritis anda, sifat kritis anda yang sangat mencintai dunia novel dunia tulis menulis. Insyaallah menurutku si pengarang pun akan takjub dengan sifat kritis anda bahkan terus mendorongnya menjadi pengarang novel islami sejati yang tetap istiqomah, bagaimanapun saya yakin anda orang yang berwawasan luas dalam dunia tulis menulis, sedangkan saya masih terlalu dini untuk menilai sebuah karya tulis. Skali lagi saudariku malia, afwan jika saya terlalu berlebihan, ingin rasanya bisa bertemu dengan saudariku yang cerdas dan kritis demi kemajuan islam. Allahhu Akbar. AFWAN-AFWAN, Syukron. Wass. wrwb.

  30. Serghei Berkata

    Assalammualaikum wr..wb..

    Good Post Ruwi….. Tidak perlu heran sebenarnya.. yang namanya NOVEL, FIKSI pula.. pasti akan membawa kita ke alam mimpi. Haruskah NOvel “fiksi” mengungkapkan kata2 yg realistis? Alhamdulillah.. terus terang, saya dari dulu tidak pernah suka baca novel.. sampai saya membca novel ini… Dari awal membaca saya SADAR.. ini adalah NOVEL-FIKSI beda dengan jenis buku faavorit saya, BIOGRAPHY.. saya SADAR.. ini tidak NYATA… yang membuat saya kagum akan NOVEL INI.. bagaimana si pengarang, mampu memasukkan bumbu2 islami dalam novel ini, yang tentunya NYATA DAN SESUAI FIKIH (tidak asal-asalan).. dan terus terang.. Novel ini sangat MEMBANGUN JIWA SAYA…

    Terimakasih..

  31. nehamuesirded Berkata

    semuanya sich tergantung yang menilainya. Hasil karya seseorang gak akan mungkin sama dengan apa yang di fikiran tiap orang. Tapi untuk sbuah karya yang besar memang perlu banyak kritikan. Tapi kalo opini saya novel ini bagus banget untuk membuat kita menyadari bahwa aturan secara islam itu sdh sangat jelas tapi selalu aja diabaikan…Saya kagum dengan sang penulis…. karena mampu meghasilkan karya yang dapat menggugah hati ini…karena dalam hidup kita memang harus penuh dengan khayalan…dan menggapai sesuatu dengan REALISTIS……Thx

  32. zidni Berkata

    Assalamualaikum…..sebelum nya apa kabar wahai akhwan2 wa ukhti2 semua…?mudah2an sehat semua amieeeeennn..
    satu komentar dari saya pribadi :”TERUSLAH BERKARYA KANG ABIK, KARYA-KARYA ANDA AKAN KAMI TUNGGU SELALU….YANG PASTI BANYAK PELAJARAN YANG BISA SAYA AMBIL DARI KARYA ANDA..SALAH SATU NYA NOVEL AYAT-AYAT CINTA INI….”
    suatu karya atau apapun yang berkembang dan banyak disanjung oleh orang, pasti akan mengundang PRO n KONTRA.sekarang tergantung dari kita sendiri gimana cara menanggapi n menelaah nya…
    semoga INDONESIA tercinta ini masih banyak orang-orang yang sabar dan berhati mulia..
    Wassalamualikum………
    *Keep ur life with love and peace*

  33. Hakim Borneo Berkata

    Assalamualaikum…
    Panjang sudah polemik kecil ini…Tujuh puluh lima persen saya baca. Kalau saya jadi Mbak, saya sangat bersyukur dengan semua komen yang datang. Dengan sedikit meletakkan ego atau keakuan Mbak, kalau Mbak merasa AAC bukan pembangun jiwa, setidaknya penjelasan teman-teman tentang AAC yang syarat ajaran Islam, dapat mencerahkan pikiran dalam ber-Islam yang lebih baek (catet, lebih baik. Karena mungkin Mbak sudah merasa dalam kategori ‘baik’ sebelum ini, makanya saya bilang lebih baik).
    Tentang, ke’ahli’an Mbak dalam meresensi sebuah buku, sepertinya juga perlu ditingkatkan lagi. memang, kita bebas berkata-kata, tetapi bukankah kebebsan kita juga dibatasi oleh kebebasan orang lain? Saya bukan penulis, tetapi tentang pemilihan diksi yang Mbak gunakan dalam sebuah karya yang dikonsumsi umum juga kurang pas. Misalnya, kata ‘gegabah’ di akhir opini Anda terasa sangat kasar.
    Jangan salahkan jika kemudian komen yang datang pun setipikal dengan bahasa yang Mbak gunakan. Kasar!
    belajar menjadi penulis yang setingkat lebih baik ya agar opini Mbak nggak bener-bener NDESO alias KATROX. Saya sekadar menyepakati tulisan di bawah nama blog Anda. Kayaknya COCOK BANGET.
    Wassalam….

  34. dania Berkata

    Assalamualaikum mbak…..
    semua orang mempunyai hak yang sama akan pendapatnya menengenai ayat ayat cinta, yang terpoenting bagaimana kita menghargai perbedaan pendapat tersebut.
    Sete;ah saya membaca novel ayat ayat cinta, tak terlintas sedikitpun di pikiran saya bahwa novel ini adanya kesan “agak maksa”.
    Setelah saya membaca novel ini, justru saya langsung mengoreksi diri saya, apakah saya sudah menjadi umat Allah yang baik.
    Mengenai tokoh Fahri yang terkesan begitu sempurna memang sempat terlintas dalam pikiran saya.
    Dan saya yakin sesungguhnya di hati orang – orang beriman, ingin sekali mengamalkan dirinya seperti Fahri. Hanya saja terkadang kita terkalahkan oleh godaan setan.
    Apakah keberadaan Fahri dalam dunia nyata itu ada, sejujurnya saya juga sempat mempertanyakannya. Tapi saya telah bertemu dengan seorang pria yang tidak sesempurna Fahri sih memang, tapi 70%- 80% perangainya baik seperti Fahri. Bedanya ia lebih toleran dalam menanggapi suatu masalah dibanding Fahri. Dan ia selalu meminta pendapat saya terlebih dahulu sebelum memutuskan suatu perkara yang menyangkut kita berdua.
    Saya sungguh merasa beruntung bisa bertemu pria seperti dirinya, terlebih lagi di zaman sekarang ini dimana anak muda terlena oleh hedonisme sangat sukar menemukan pemuda seperti dirinya.
    Saya rasa tidak ada pria yang 100% seperti Fahri.
    Memang tidak ada manusia yang sempurna, tapi menjadi manusia sempurna bagi Allah dan sesama, mungkin ada beberapa manusia yang melakukannya.
    Wassalam…

  35. Sarah,Hamasah.2801@gmail.Com Berkata

    Kalau emang anda tidak suka dengan novel ini ya jangan mengejek penulisnya. Biar gimanapun sang penulis hanya ingin memberikan sedikt kontribusinya pada para pembaca diseluruh penjuru tanah air.

  36. mufi Berkata

    kenapa sech harus berdebat, berselisih, menghujat dan kawan kawannya tentang novel ayat 2 cinta? kenapa anda tidak mencoba menghargai setiap hasil karya orang lain? coba kembalikan ke diri anda sendiri bisa gak menghasilkan karya fenomenal seperti itu?
    terlepas dari itu semua harus disadari pro dan kontra pasti ada..tapi cobalah sedikit menghargai!
    HARGAI………………!!!

  37. Gombale Mukiyo Berkata

    wah, seru nih :)
    saya cuma pengen urun rembug sedikit,
    cuma ingin sampein, kalok novel ini tergolong Sakses Membangun Jiwa saya, Sakses menggelontorkan bulir2 air mata saya, dan Sakses mendorong saya tuk ngoleksi karya2 Kang Abik laennya :)

    cinderella? no way!

  38. whodoyouthinkyouare Berkata

    Bagi saya novel Ayat Ayat Cinta….Biasa aja. Kenapa saya kategorikan biasa saja, mungkin yang membuat saya tergerak untuk membaca buku ini karena orang-orang terdekat mengatakan bahwa buku ini fenomenal, bagus banget, inspiratif,mengharukan dan sebagainya…ada yang menangis membacanya, ada yang biasanya malas membaca jadi senang sekali sampai tidak sabar ingin melihat film-nya…sehingga saya menjadi tertantang untuk membacanya.

    Dengan ekspektasi yang begitu tinggi, dari awal saya membaca hingga akhir kok…biasa aja ya. Buat saya sih tidak ada yang spektakuler dari cerita di novel tersebut baik dari alur cerita maupun tokoh dalam cerita. Dan memang terasa agak maksa alur ceritanya. Saya jadi me-reka2 sendiri..kalau si Fahri itu ternyata dapet wanita yg shaleha tapi mukanya jelek, hitam dan miskin…apakah dia bisa menitikan air mata kebahagiaan seperti itu? Atau mungkin airmata sedih karena tidak mendapatkan wanita yang cantik…Standarlah, karakter peran di novel umumnya mempunyai pengaruh besar bagi yang membacanya
    Menurut saya, bagi penggemar novel tampaknya buku ini akan jadi membosankan karena anda akan menjadi skeptis terhadap tokoh2nya.
    Namun bagi mereka yang mencari inspirasi atau pencerahan jiwa, buku ini tampak cocok. Banyak uraian yang dilengkapi dengan dalil dan dasar yang kuat. Membuat kita menjadi lebih tertantang untuk belajar banyak.
    Jadi saran saya, jika anda ingin menemukan kisah/cerita yang benar2 bagus saya sarankan cari-lah buku yang lain.
    Tapi dari segi dakwah, saya setuju. Banyak Ayat2 yang diambil dari Al-Quran seperti mengingatkan kita untuk selalu bertafakur.
    Ini hanya sekedar review dari Novel Ayat Ayat Cinta. Soal akidah dan lain2 adalah hak masing2 individu untuk menentukan sikapnya. Terimakasih.

    PS: Jadi Ga perlu pake sewot kan? Yang bikin novel aja ga sewot…hehehe :)

  39. kangtutur Berkata

    Wow… rame juga…?
    Telat nih, aku baru baca semalam novel itu…
    Menurutku,
    Kalo ada yang harus marah dengan novel ini seharusnya (memang) orang2 di luar Islam dan orang2 MUNAFIK
    Tidak gampang membuat novel dengan basis agama yang kuat – namun setting lakon, yang terkesan agak dipaksakan MAMPU menyampaikan pesan-pesan islami ke hadapapan pembaca
    Jujur saja:
    Pembuat novel ini (walau aku tak kenal) menurutku adalah seorang Ahli Agama Islam…
    Tapi hanya Allah swt yang tahu…
    Sekali lagi Novelnya Bagus, bagi orang yang Membuka Hati dan Pikirannya dengan Jernih…

  40. ALDY Berkata

    Saya Yakin, Anda tidak Mampu Membuat novel Atau Cerita Fiksi Sekalipun dan sebagainya. Apalagi Membuat cerita Seperti Ayat-Ayat Cinta yang menurut Anda Gak Jelas Riwayat Hidup Sang Tokoh Utama.

    Memang menjadi komentator Sangat mengasyikan dari pada menjadi pemainnya Langsung.

    indonesia Memang Penuh dengan Komentator Ulung, Sehingga Banyak sekali Orang yang gak jelas asal-nya tiba-tiba di sebut “Ahli” (Ahli Nyela). Seandainya, Kalau saja, Kenapa Begitu, Kenapa Begini Capek Dechh…

    Tetapi biar bagaimanapun juga saya sangat menghargai pendapat dan penilaian yang anda Tulis Mengenai Novel Tersebut. Penilaian Orang yang satu dengan yang lainnya kadang Memang tidak sama. Itu lah yang membuat Hidup ini semakin Berwarna.

    Semoga Berbagai “Komentar” dan Masukan yang di tulis di BLOG ini bisa menjadi pelecut bagi penulis Ayat-Ayat Cinta untuk membuat Buku yang lebih Bagus lagi.

    Maaf kalau ada kata yang tidak berkenan, tidak ada maksud menyakiti dsb

    Saya-kan juga komentator, yah ngikutin budaya jadi komentator wkkk…wkkk

  41. USRo Berkata

    Sebenarnya ada perbedaan “view” ttg resensi/kritik novel ini.

    Kritik ditulis oleh seorang wanita. Buat wanita spt si penulis, cewek-cewek yang memperebutkan seorang laki-laki biasa-biasa saja, malah ada yang pake sakit lagi tuh cewek adalah hal yang menggelikan, hari gini gitu lho!

    Jadi tidak berlebihan sekianya yang empunya Blog sampai bilang Ayat-Ayat Cinta is Suck! (seandainya dalam hati dia bilang begitu).

    Saya cowok umur sudah setengah baya 36 tahun, istri satu(rencana sih empat, wakakkak) … sudah gak doyan novel spt di atas. Tapi pas SD kelas 5 saya pernah baca Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk …. karya Buya Hamka …. Kalau anda biasa baca novel semacam Kapal Van Der Wijk, kayaknya Ayat-Ayat Cinta tidak cocok, tidak realistis …

    Yang membaca dari sisi keimanan akan menganggap Ayat-Ayat Cinta sbg bagus… lha wong dalam Alquran sendiri juga ada kisah “hadiah” bidadari buat orang yang rajin sholat, zakat dsb. Padahal kan kisah bidadari dalam Al Quran buat orang-orang awam arab jaman dulu, jaman skg mungkin masih cocok buat orang indonesia yang awam yang masih mengharapkan kalau meninggal, kiamat, bangkit dapat hadiah bidadari cantik.

    Jadi buat yang merasa novel ini berguna, cobalah anda lihat dari sisi kejiwaan seorang wanita mandiri/modern …. tidak usah mengatakan yang tidak setuju novel sbg salah.

    saya tidak bisa buat donat, tapi saya bisa membedakan mana donat yang enak dan donat yang bantet (dikasih gratis pun ogah)

    sorry kalau ada yang tidak berkenan ….

  42. USRo Berkata

    bila ada yang nanya apa hub Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk dgn Novel Ayat2 Cinta? sama-sama ttg cinta …

  43. saya bersabda dan Berkata

    Assalamualaikum…
    saya ingin bertanya, apakah pantas orang-orang dewasa beradu pendapat dengan melecehkan pendapat orang lain??
    apakah blog ini dibuat untuk saling menghakimi satu sama lain??

    bagi yg berpendapat novel ini bagus dan bermanfaat, apa benar bermanfaat jika kalian tidak memahami apa pesan y disampaikan di dalam novel dengan mencela sesama??

    ini tempat agar penulis dan pembaca tau akan kekurangan suatu novel, agar penulis dapat membuat novel lebih baik dari yg sekarang…kalo penulis membuat novel bagus, kan kita jg yg enak membacanya…

    sekian sodara2, berilah kritik yg membangun oke…

    Wassalam…

  44. saya bersabda dan Berkata

    bagi smua’y dan yg punya blog sori klo ada tulisan ato pendapat saya yg salah….

  45. fani Berkata

    kalian kok nggak mikirin nasib si penulis sih? honor yg didapat itu kecil sekali, lho…krn saya jg penulis baru novel agama, tak sepatutnya dibicarakan seperti itu, ya?

    mungkin sebentar lg novel saya keluar, malah pasti banyak dari kalian yg akan menggunjing pula, tp saya sudah siap setelah melihat hal2 seperti ini.:D

  46. fani Berkata

    none:D

  47. rica Berkata

    Assalamualaikum semua…

    Saya sependapat dengan reviewnya mba Malia mengenai novel Ayat ayat cinta. Banyak poin2 yang beliau bahas di review ini yang juga menjadi ganjalan di hati saya. Terutama mengenai betapa sempurna nya sosok Fahri & betapa para wanita yang terlalu mengelu-elukan seorang Fakhri sampai rela dimadu bahkan berbuat jahat untuk membalas cintanya yang bertepuk sebelah tangan.

    Saya menghargai Habiburrahman Saerozi, sang penulis Ayat ayat cinta. Tapi saya (ataupun Malia) hanyalah seorang yang gemar membaca buku dan mempunyai penilaian/pendapat terhadap buku itu sendiri. Seperti hal nya ketika kita mencicipi suatu makanan, tentunya kita punya selera yang berbeda beda dengan satu sama lain. Ada yang suka pedas, asin atau manis. Yang suka manis tentunya kepedesan kalau mencoba makanan yang menggunakan cabai. Dan ia akan bilang “saya kepedasan, tidak suka makanan pedes ini” Jadi bagi saya begitupun halnya dengan sebuah karya buku. menurut saya syah2 saja semua orang memberikan pendapatnya. Mari kita hormati pengarang buku dan juga mba Malia, penulis review ini. Have a good day ya semua… peace ;)

  48. Fras Berkata

    Salam
    Masya Alloh, simple aja kali, ya buat yang jiwanya merasa terbangun alhamdulillah kalau engga juga ya terserah balik lagi ke perasaan dan hati masing-masing. Memang setelah gw baca novel ini gw sendiri sempat mikir apa ada sosok fahri di jaman bejat kayak gini tapi yakin ada dan akan selalu ada, begitupun sosok yang lain. jadi ga utopis juga, soal cerita dan penokohan memang penting tapi misi dan visi novel ini rasanya tidak salah (memberi contoh kebaikan) setidaknya memberi sedikit gambaran bagaimana semestinya orang berislam, dan mungkin akhirnya kita menganggap itu adalah sosok sosok utopis alias terlalu sempurna karena pada dasarnya nurani mengakui bahwa kita semua nie lom bisa jadi muslim yang semestinya, entah belom bisa atau emang ga ingin bisa/ga niat. Afwan semuanya, mudah2an gw ga suudzon. Tapi bagaimanapun salut untuk pengarangnya, ga mudah punya ide apalagi menulis cerita seperti itu :) .
    Wassalam

  49. toroblind Berkata

    Thank Ud baca Tanggapan dari gw, mengenai Film Ayat-Ayat Cinta ini, filmnya terlalu belebihan, dan penulis novelnya menggambarkan tokoh utamanya seperti sosok nabi, mungkin karena ini Pemerintah Mesir menolak melakukan syuting film yang sangat dinanti-nanti oleh para pecinta film Indonesia, dan satu lagi, Film ini juga di undur penayangannya di bioskop-bioskop, yang sebelumnya di awal februari menjadi akhir februari, mungkin juga sang sutradar berfikir-fikir lagi untuk menayangkan Film yang telah dibuat di Kota India ini. Maaf bangt kalau kata-kata gw terlalu kasar. O iya mbak, komentar balik ke WordPress gw downk. Toroblind.wordpress.com, skali lagi saya mnta maaf and thanks

  50. me Berkata

    Sebenernya bukan penolakan, pemerintah indonesia dan mesir sudah setuju. hanya pihak swasta disana menaraik bayaran yang tinggi sehingga tim pembuat AAC tidak mampu dan memilih mundur dan mencari lokasi lain. Begitu menurut mas Hanung. Jadi bukan penolakan.

  51. distian Berkata

    Kalau menurut saya wajar saja sosok fahri bisa terlalu sempurna dan jauh dari kehidupan nyata kita. Itu karena di dalam cerita, si Fahri ini berada di lingkungan yg sangat mendukung, sangat berbeda dg lingkungan kita, plus ilmu yg sangat tinggi yg didapat dari guru2 Al-Azhar (dan berbagai talaqqi). Di cerita pun digambarkan dia masih sangat muda, jadi wajar saja dia memiliki semangat tinggi untuk mengamalkan apa yg diajarkan di sekolah (apalagi sekolah ini didapat dg susah payah). Saya saja sewaktu kecil sangat patuh sama perintah orang tua dan guru2 saya.

    Bagi org2 seperti saya, kesempurnaan fahri tersebut mengingatkan kembali akan cerita2 nabi yg saya baca sewaktu kecil. Dan itu menarik. Karena sudah bertahun2 saya melupakan kisah2 para nabi…

  52. Malchik'z Kommunizma Berkata

    saya sebagai pengamat sastra, dan penggemar sastra sekuler… justru menganggap novel ini memiliki warna yang berbeda.. saya akan menilainya sebagai suatu genre yang berbeda….. dari banyaknya novel islami yang baru baca aja kita udah didakwahin..
    deskripsi yang kuat ini terlihat
    yah terlepas siapapun itu sosok fahri… dan bagaimana ia digambarkan.. yang tahu adalah si pengarang, sosok
    saya setuju dakwah nan halus ( bagi yang bisa merasakannya).. toh itu bener.. novel yang tak terlalu muluk2 dengan cerita2 sok2 barat tapi ga ada meaning, ( ada beberapa genre sastra sekuler yang dengan sok melayangkan pemikian ” La nausse”… sartre.. hingga ke Freud.. tapi hahahahaha.. mereka sendiri saya yakin tidak pernah “BELAJAR”)
    dan a la cinderella…(sperti yang anda katakan) justru menurut tidak tepat… ya dongeng tetep aja dongeng…. yakinkan saja diri anda bahwa orang sperti fahri itu ada,.. pcaya deh!! hehehe…
    justru saya sangat menghargai ke-cinderelaan dlm novel ini untuk menjadi novel pembangun jiwa..

    toh jika anda membaca dosoyevski dan beberapa karya sastra perancis.. anda juga akan menemukan ::cinderelaa didalamnya

    thx.. cuma numpang lewat yah

    salam…
    DRE
    Mahasiswa Fakultas Filsafat, Univ. Lomonosov Moscow

  53. okedech Berkata

    Kalau diskusi jangan saling menyalahkan yaa….

  54. nur afiqah Berkata

    Assalamualaikum mbak malia

    saya merasakan sebahagian komen anda ada yang benar dan ada yang tidak…

    Ini hanyalah perasaan saya sahaja..

    Kerana mbak malia punya pendapat sendiri..

    Dan setiap manusia di muka bumi ini ada pegangan yang tersendiri..

    Syukur kepada Allah kerana telah menemukan
    saya dengan aac ini.Ini adalah kerana ia membuatkan saya sentiasa menyoal diri saya dengan satu soalan mudah namun amat terkesan dihati iaitu:

    Sudah sempurnakah aku sebagai hambaMu Ya Allah?

    Novel itu sememangnya dongeng dan bukan cerita realiti.Fahri itu mungkin idola maya si penulis yang ingin jadi sesempurna dan sebaik Fahri.Lalu si penulis mahu pembaca mencontohi ketokohan fahri,maria dan aisha.In addition,penulis mahu kita memahami cara cara bercinta dan berkasih yang berlandaskan syara’ bukannya secara hentam keromo.

    Mungkin mbak Malia membacanya dengan otak bukan dengan hati kerana jika kita membaca dengan hati ia akan terkesan.Jangan dipersoalkan apa itu membaca dengan otak dan apa pula membaca dengan hati kerana ia datang tanpa disedari.

    Maaf jika ada yang tidak memahami apa yang saya tuliskan kerana saya bukanlah orang Indonesia.Cuma kebetulan tersinggah di blog kak (mbak) malia.
    Maaf sekali lagi kerana saya hanya meluahkan pendapat bukan untuk mencari pertelagahan.

    Wassalam..dari pembaca AAC di seberang lautan

  55. Ingin Berkata

    hm…… gw juga kaya pinokio (nyari tugas malah nyasar ampe sini, hehehe.,.,) trus gw baca 100% PETUAH-PETUAH teman s’mua (kalahin yg baca na cuman 75% hehehe.,.,)
    trus.,.,kar’na gw orang Indonesia jadi keingin untuk KOementar tuh ga bisa ditahan.,., wekekeke.,.,

    (kaya na mungkin udah ga dibaca lagi nih tulisan gw., tp gpp lah… dah “kebelet” pengen nulis…hahahaha)

    mo nulis apa yah….,.,

    abis kadang gw bingung yang ada dalam pikiran gw nih bisikan SETAN atau MALAIKAT gw Bingung nge-beda-in na.,., tipis banget jarak na……….

    1. gw yakin orang seperti Fahri ada Di DUNIA Ini.,., (memang ga ada yg sempurna di dunia ini (tapi perasaan dalam novel tuh ga dibilangin fahri tuh sempurna deh))

    2. gw yakin orang/wanita seperti Aisha/Maria/Nurul ada Di Dunia ini juga coba di survei deh (khan sapa tau hasil survei u di pakai orang buat apalah..hehehe…jangan nyuruh gw yah..soal na gw nyasar cerita na nih…)

    3. gw yakin Jilbab tuh wajib (Com buat akusuka) walaupun ga ada dalam Al-Qur’an (gw sih ga tau ada pa ga, cuman baca2 yang diatas tadi..,jadi klo gw salah yang diatas yg nanggung dosa na…hahahaha) Walaupun Hadist juga ga ada (ada Ga??) dan Walaupun KESPAKATN ULAMA bingung nentuiin (iya ga?) gw yakin.,.,

    ———————–

    a. yang gw tau (dah lupa2 inget nih) soal na..jujur aja.. gw kaya siapa yang diatas (lupa) gw juga blajar agama na terakhir SMA.,., dah kul 7 taon.. jauh……bangetz dah dari Agama.,., yg gw tau Islam tuh emang harus dijalankan “kaya na” seperti Fahri untuk Pria dan Aisha Untuk Wanita (dari segi kehidupan bersosial..iya yaaaa..soir bingung nyari bahasa yg pas….)

    b. yang gw tau.,., (nih emang dari sisi Agama.,tapi coba dihubungkan ke kehidupan secara universal ya…)
    Syariat Islam harus emang di pahami dan di jalankan.,., Syariat Tuh Apa aja yah?? nanya ke Ustatz (dah lupa gw) ustaz yg 5 waktu na di Masjid ya… jama’ah di awal waktu.,.,

    kadang kita Orang Islam lom paham syariat dah belajar Hakekat, malah langsung loncat Tarekat., malah loncat Ma’rifat.,., (tuh juga gw ga tau) akhir na syariat di lupakan.,. padahal khan syariat tuh basic/dasar seperti sholat 5 waktu wajib di masjid bagi pria.,., syariat ibarat na PONDASI rumah.,. Pondasi ga ada kita dah pasang tiang2.. digoyangangin dikit aja RUBUH.,.,

    Jadi maksud gw.,., kita smua yg ada ngisi-ngisi coment nih (tanpa terkecuali) blom PANDE akan Syariat…jadi na… kay gini.,.,

    tapi kadang satu sisi.,., apakah kita harus diam aja.,.,
    ngomong bisa.,., tapi disesuaikan sama Ilmu na.,.,
    jangan kaya gw gini………..wakakakaka

    sebenarnya banyak yg gw mo curhatin (cerita na gw Curhat nih…hahaha) tapi dah jam 06.15 WIB) penegn tidur)

    eh……lupa satu lagi….

    setahu gw ORANG MUSLIM tuh yang harus di pegang teguh tuh 1 kata aja.,.,

    YAKIN… jadi yakin deh… mo itu kaya na imposible… YAKIN aja.,., soal na maslah IMAN nih.,., WOKEYYY

    AGAMA tuh BUKAN LOGIKA.,.,

    so..YAKIN ja.,.,

    klo dasar na(syariat) na kuat.,., baru bisa mencari tau yg lebih

    biar mungkin lebih deket lagi sama sang pencipta.,.,

    huh………….dah lama ga sholat nih.,.,

    gara-gara nonton AAC..pengen sholat trus ngaji lagi.,.,
    berbakti sama orang tua…. ehehehe.,.,

    tapi blom2 nih…. smoga…….amin!!!

    putra_angin07@yahoo.com

  56. Malia Berkata

    Atas permintaan teman dan rekan blogger saya menutup komentar untuk “Review Novel Ayat-ayat Cinta: Another Cinderella Story?”.

    Terima kasih atas komentar rekan-rekan, baik yang berkomentar positif maupun negatif. Semoga karena ngeblog kita semakin mengasah diri menjadi bagian dari komunitas yang rahmatan lil alamin, yang tidak anti terhadap perbedaan, yang tidak menjawab argumentasi diskusi dengan menghakimi pribadi peserta diskusi, yang tidak menghalalkan darah orang yang berbeda pendapat dengan kita.

    Satu hal yang tidak pernah terpikir oleh saya, Ayat-ayat Cinta ternyata telah memaksa orang yang tidak suka baca buku jadi suka baca, orang yang tidak biasa mengungkapkan perasaan dan pendapat melalui tulisan “terpaksa” menulis komentar di blog ini. Satu poin yang patut diapreasiasi untuk Ayat-ayat Cinta.

    Semoga Ayat-ayat Cinta bukan buku terakhir yang dibaca, ada banyak buku referensi yang dapat melecut kita menjadi lebih rendah hati, ada banyak website yang membuka wawasan dan membungkam arogansi kita.

    Saya merekomendasikan untuk berkunjung ke http://www.islamlib.com. Di website yang paling sering di-hack ini, semua orang bebas berkomentar yang tentu saja dengan ilmu. Dari non-Islam, Islam yang sangat kiri sampai Islam yang sangat kanan. Begitu banyak orang pintar yang dibesarkan dalam keluarga Islam tradisional yang dengan luwes bisa menempatkan diri di antara budaya timur dan barat tanpa harus kehilangan jati diri.
    Salam,


Comments are closed.