Arsip untuk Januari, 2008

BANK WAKTU

Januari 29, 2008

Pernahkah kita terpikir berapa nilai waktu kita? Dua minggu lalu saya mendapat email terusan (forwarded email) yang mengingatkan betapa banyak waktu yang kita punyai.

Bayangkan jika sebuah Bank memberikan kita uang sebesar $ 86.400 setiap hari dan jumlah tersebut harus dihabiskan dalam satu hari. Setiap hari uang yang tersisa akan dihapuskan dari rekening jika kita gagal untuk menggunakannya sepanjang hari tersebut. Bisa dipastikan, kita semua akan berusaha sekuat tenaga untuk menghabiskan uang itu.

Ternyata, kita semua memiliki Bank seperti itu. Kita bisa menyebutnya BANK WAKTU.

Setiap pagi, kita diberikan waktu 86.400 detik. Jumlah tersebut tidak akan dipindah-bukukan untuk keesokan harinya, juga tidak dapat dilakukan penarikan lebih dari jumlah yang telah ditetapkan. Setiap hari akan dibuka sebuah rekening baru dan sisa yang ada akan dihapuskan pada malam harinya. Jika kita gagal untuk menggunakan simpanan pada hari itu, kita akan kehilangan. Waktu kita tidak akan pernah kembali. Baca entri selengkapnya »

Review Buku / DVD “The Secret”: Teman Beresolusi di Tahun 2008

Januari 2, 2008

Beberapa pembaca Amerika di amazon.com mengomentari bahwa “The Secret” tidak membahas rahasia (secret) sama sekali. Sepengetahuan saya, Ibnu Sina dalam Treatise on Love menyebut apa yang dibahas “The Secret” sebagai “simpati”. Ahli fisika kita, Yohanes Surya, mengarang buku sejenis dan menyebutnya sebagai “mestakung, semesta mendukung”. Namun mengingat buku-buku ini tidak membahas tema ini dengan lebih sederhana, menurut saya The Secret pantas menyandang judulnya.

The Secret bercerita tentang The Law of Attraction, Hukum Tarik Menarik. Segala yang datang ke dalam hidup kita ditarik oleh kita sendiri. Dan segala sesuatu itu tertarik pada kita karena pencitraan yang kita lakukan dalam pikiran kita. Di dalam diri kita terdapat sebuah magnet yang lebih kuat dari segala sesuatu yang ada di dunia, yang terpancarkan melalui pikiran-pikiran kita. Karena bersifat magnetis pikiran memiliki frekuensi dan selama kita berpikir, pikiran-pikiran ini dikirim ke alam semesta.

Seperti hukum alam yang lain, hukum tarik menarik bersifat konsisten. Ketika kita memikirkan hal-hal yang kita inginkan dan kita fokuskan semua niat kita kepadanya, hukum tarik menarik akan memberikan persis seperti apa yang kita inginkan. Sayangnya, ketika kita fokus pada hal-hal yang tidak kita inginkan, hukum tarik menarik tidak mendengar bahwa kita tidak menginginkannya. Hukum ini tidak membedakan apa yang kita inginkan dan apa yang tidak kita inginkan. Ketika kita fokus pada sesuatu meskipun kita tidak menginnginkannya, kita sebenarnya sedang memanggil sesuatu itu untuk menjadi kenyataan. Baca entri selengkapnya »