Pernahkah kita terpikir berapa nilai waktu kita? Dua minggu lalu saya mendapat email terusan (forwarded email) yang mengingatkan betapa banyak waktu yang kita punyai.
Bayangkan jika sebuah Bank memberikan kita uang sebesar $ 86.400 setiap hari dan jumlah tersebut harus dihabiskan dalam satu hari. Setiap hari uang yang tersisa akan dihapuskan dari rekening jika kita gagal untuk menggunakannya sepanjang hari tersebut. Bisa dipastikan, kita semua akan berusaha sekuat tenaga untuk menghabiskan uang itu.
Ternyata, kita semua memiliki Bank seperti itu. Kita bisa menyebutnya BANK WAKTU.
Setiap pagi, kita diberikan waktu 86.400 detik. Jumlah tersebut tidak akan dipindah-bukukan untuk keesokan harinya, juga tidak dapat dilakukan penarikan lebih dari jumlah yang telah ditetapkan. Setiap hari akan dibuka sebuah rekening baru dan sisa yang ada akan dihapuskan pada malam harinya. Jika kita gagal untuk menggunakan simpanan pada hari itu, kita akan kehilangan. Waktu kita tidak akan pernah kembali.
Jumlah 86.400 detik menurut saya terlalu detil untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Tentu kita tidak menghitung aktivitas kita sehari-hari dalam hitungan detik. Namun ada cara dalam dunia penjualan yang menyadarkan saya betapa banyaknya waktu yang kita miliki. Dari dunia penjualan, saya belajar untuk membagi waktu dalam satu hari menjadi 3 blok, pagi, siang dan malam. Sebenarnya ada 4 blok tiap harinya, namun blok yang terakhir merupakan jatah tubuh untuk beristirahat. Tiga blok ini merupakan blok yang available, yang bisa kita gunakan dalam segala hal, urusan pribadi, keluarga, sosial, pekerjaan dan lain-lain. Dalam seminggu kita punya 21 blok yang available.
Jika kita pegawai, bekerja dari jam 8 sampai jam 5, maka anggap saja 10 blok (2 blok tiap hari selama 5 hari dalam seminggu) telah dibeli perusahaan tempat kita berkerja. Meskipun kalau mau jujur dari 10 blok yang telah dibeli perusahaan, mungkin hanya 50% yang kita gunakan untuk perusahaan tempat kita bekerja. Lalu bagaimana dengan 11 blok yang tersisa?
Saya tertarik untuk mengkaitkannya dengan 80/20 Principle atau yang dikenal dengan Prinsip Paretto. Secara garis besar Prinsip Paretto mengatakan bahwa secara statistik kurang lebih 80% output dihasilkan oleh kurang lebih 20% resource. Misalnya 80% pendapatan bunga bank disumbang oleh 20% nasabah. Atau fakta bahwa 80% kekayaan dunia dikuasai oleh kurang dari 20% populasi.
Begitu pula dengan waktu. Pernahkah kita berhitung berapa persen waktu kita yang membuat kita merasa paling bahagia? Seorang ibu bekerja mungkin akan mengatakan waktu paling membahagiakan adalah waktu bersama anak-anak. Ironisnya hanya 20% waktu yang dihabiskan bersama anak-anak (4 blok waktu di hari sabtu dan hari minggu). Saya pribadi sangat menikmati waktu untuk menulis tapi faktanya saat ini hanya 5-10% waktu yang bisa saya gunakan untuk menulis.
Anyway sebagai seorang karyawan, ada 11 blok yang bisa kita manfaatkan sesuai prioritas kita dalam hidup. Jika pemanfaatan 20% waktu kita memberikan 80% kebahagiaan tidakkah kita ingin memperbesar porsi waktunya sehingga output menjadi 160% dari sebelumnya? Atau jika 20% waktu kita menghasilkan 80% kebaikan yang akan menarik lebih banyak lagi kebaikan, tidakkah kita ingin menambah porsi waktu ini?
Tags: artikel, Artikel Populer, bank waktu, berita, Opini

Februari 2, 2008 pada 1:46 pm
mbak.. klo semua blok yg ada untuk perusahaan kita gunakan, kira2 PKPP kita bisa bagus ga ya??
Februari 3, 2008 pada 3:12 pm
Hehehe, perlu dicoba tuh Dekyu. Arep ngopo tho, arep bisnis batubara?
Februari 4, 2008 pada 4:21 pm
Paling bahagia, itu ndak usah setiap saat Li,
bila setiap saat paling bahagia, malah ra mungkin.. ra ono pembandinge..
Pursuit of Happiness. jarene film e apik.. nonton durung?
Februari 4, 2008 pada 6:13 pm
hehehe.. klo blok untuk perusahaan digunain semua tapi PKPP ada quota nasional mah sama aja.. mending blok perusahaan dipake yg lebih berguna.. bisnis batubara idenya boleh juga =)
Februari 6, 2008 pada 6:41 pm
@Isnu,
Persuit of Happiness bagus, kisah nyata yang layak diangkat ke film, recommended.
Februari 15, 2008 pada 3:26 pm
bagus2 …. crit
salam
UsrO
Oktober 29, 2008 pada 1:36 pm
86.400 detik yang kita lalui setiap hari, adalah pemberian Tuhan yang paling berharga, tergantung bagaimana kita mempergunakan waktu tsbt, apakah untuk hal yang berharga atau hal2 yg tdk berharga. berharga tidaknya tergantung pengunannya, namun satu hal yang tidak boleh dilupakan, krn waktu milik Tuhan, kita akan mempertanggungjawabkannya kepada Sang pemberi waktu