SEMOGA PANJANG UMUR DAN MENJADI ANAK SOLEH

Juli 20, 2008

Seminggu yang lalu saya mengucapkan sms ucapan selamat ulang tahun kepada seorang teman. “Selamat ultah ya, semoga dengan bertambahnya umur, kualitas hidup jadi lebih baik”. Lewat messenger, sms saya berbalas, “ucapan selamatmu berbeda dengan yang lain”.

Hari berikutnya saya menerima sms kabar bahwa istri seorang teman di luar kota baru saja melahirkan anak pertama dan mengharap doa saya semoga anaknya menjadi anak yang soleh. Saya membalas smsnya dengan ucapan, “semoga kamu dan istri menjadi orang tua yang solehah”. Dia membalas, “kok malah aku yang kamu doain?”

Begitu seringnya kita mengucapkan selamat, sampai rasanya kita tidak benar-benar mendoakan dan tidak berpikir lagi apa yang kita ketik dalam ucapan-ucapan selamat kita.

Jika kata-kata adalah doa, pernahkah terpikir ucapan semoga panjang umur adalah masalah besar? Dalam asuransi, panjang umur adalah beban. Asuransi menetapkan seratus tahun adalah umur maksimal yang memungkinkan perushaaan asuransi bisa menjaga sifat komersialnya. Bahkan salah satu tujuan investasi adalah untuk berjaga-jaga jika umur kita terlalu panjang. Sesuai hukum alam semakin panjang umur kita, semakin berkurang fitalitas tubuh dan semakin bertambah risiko untuk menjadi sakit. Jadi ada baiknya mulai sekarang, lebih tepat untuk tidak mengatakan “semoga panjang umur”.

Begitu juga dengan ucapan semoga menjadi anak yang soleh. Meminjam kata-kata Kahlil Gibran, orang tua adalah busur dan anak adalah panah. Jauh dekatnya atau tepat tidaknya panah mencapai sasaran sangat tergantung pada berapa lebar busur dilengkungkan. Salah satu prosedur kondisi darurat pemakaian masker oksigen di pesawat adalah orang tua memakai masker untuk dirinya sendiri baru kemudian memakaikan masker ke anaknya. Bahkan dalam terminologi psikolog, sampai dengan umur tertentu, anak berada pada tahap “under parent’s mercy”.  Saya pikir, ucapan “semoga menjadi orang tua yang soleh” lebih cocok daripada ucapan “semoga menjadi anak yang soleh”.

Satu Tanggapan ke “SEMOGA PANJANG UMUR DAN MENJADI ANAK SOLEH”

  1. Cah Fisik Loro Bbs Berkata

    paragraf 1 s/d 4 sebenarnya hanya merupakan kesalahan biasa yang bertitik tolak pada penggunaan etimologi bahasa dan frasa yang berujung pada pensalahtafsiran maksud dan tujuan dari suatu pengucapan mapun penulisan, dan itupun masih sangat bergantung pada tingkat kaji pelaku komunikasi dua arah. paragaraf terakhir sifatnya masih kondisional dan absurd.


Tinggalkan Balasan