Tahun 1999 adalah pemilu saya yang pertama sekaligus pemilu mutli partai pertama Indonesia setelah tiga dekade berada dalam kekuasaan Orba. Masa-masa tersebut adalah masa euforia di mana setiap orang bisa mendirikan partai apa pun. Waktu itu saya memilih PAN, sesuai janji saya dalam hati ketika berpanas-panas mendukung Amine Rais di depan gedung rektorat UGM di tahun 1998. Hasil pemilu, meski masuk electoral threshold, perolehan suara PAN tidak seperti yang diharapkan. Saya menyayangkan begitu banyak kesempatan yang dilewatkan dan tidak digunakan oleh PAN dan Amin Rais ketika memimpin Poros Tengah. Setelah itu, anggota legislatif dari PAN juga tidak berbeda dengan partai yang lain. GIGO, Garbage IN Garbage Out. Terima suap ayo, jalan-jalan ke luar negeri pakai uang negara ayo, selingkuh ayo, dan mendukung banyak undang-undang yang tidak produktif.
Saya kecewa berat. Mungkin seharusnya saya tidak memupuk harapan yang terlalu tinggi dengan partai yang identik dengan Amin Rais ini. Setelah itu saya ngga peduli lagi dengan Pemilu. Pemilu buat saya priviledge untuk berlibur. Saya tidak keberatan untuk tidak masuk dalam daftar pemilih tetap meskipun saya punya 2 KTP sah dan masih berlaku. Kalau saya mau saya bisa terdaftar di dua tempat, tapi saya pikir, that’s it. Dengan tidak memilih paling tidak saya tidak berkontribusi menyumbang suara untuk memilih koruptor, tidak berkontribusi untuk memilih anggota legislatif yang kalau tidur dalam rapat pleno jauh lebih membantu daripada kalau ngga tidur.
Ketika PKS memenangkan pemilihan daerah Jakarta, saya jadi tersadar. I called it as a wake up call. Saya tidak ingin PKS menang meskipun partai ini mengusung ideologi agama yang juga saya anut. Sejujurnya saya tidak pernah membaca langsung dokumen platform PKS. Tapi dari perilaku dan kecenderungan di DPR, saya secara pribadi sangat khawatir bahwa jika PKS memang, kemungkinan merubah ideologi negara dari Pancasila menjadi negara Islam sangat terbuka lebar. Meskipun elit PKS berjanji tidak akan merubah Pancasila, kalau sudah menang dan berniat merubah apa daya pihak yang kalah? (baca Gus Mus dalam Pilkada Jakarta: Konflik Ideologi dan Dilema Pemilih)
Jika Indonesia berubah menjadi negara Islam, hak-hak orang non-Islam tentu tetap akan terjamin (dengan pembatasan tertentu pastinya) namun hak-hak orang Islam yang berbeda pendapat belum tentu terjamin. Mungkin darah Ulil Absara akan dihalalkan, who knows? Dan bisa dipastikan Undang-undang Anti Pornografi akan diberlakukan secara luas di seluruh Indonesia (Silahkan klik di sini untuk detil UU Anti Pronografi), meskipun pada kenyataannya bukan cuma PKS yang mendukung UU Anti Pornografi, Golkar dan beberapa partai lain pun mendukung UU Anti Pornografi ini. Setahu saya hanya PDIP dan PDS yang menolak dengan tegas UU Anti Pornografi (kalau bukan Bu Mega Capres-nya mungkin saya akan mempertimbangkan untuk memilih PDIP). UU Anti Pornografi sangat merugikan perempuan dilihat dari sudut pandang mana pun.
Yang selalu saya khawatirkan ketika suatu golongan tertentu bercita-cita memiliki negara dengan ideologi Islam adalah kemungkinan cara berpikir sempit yang dimiliki anggota-anggotanya. Apa sih definisi negara Islam? Sejarah mencatat ketika suatu negara memproklamirkan negaranya menjadi negara Islam maka kebijakan pertama yang dilakukan adalah merumahkan perempuan dan memaksa memakai cadar (baca: membendakan perempuan). Secara otomatis seluruh mahasiswi tidak boleh melanjutkan kuliah karena tidak ditemani oleh muhrim. Semua karyawati tidak bisa bekerja karena tidak ditemani oleh muhrim. Inilah yang dilakukan Taliban di Afganistan.
Mengapa kebijakan ini yang pertama kali ditempuh? Karena ini lah kebijakan paling mudah yang dilakukan untuk menggemborkan pada seluruh dunia bahwa mereka berideologi Islam. Daripada susah-susah bekerja keras mendefinisikan dan menerapkan ekonomi Islam di tengah-tengah hegemoni ekonomi kapitalis lebih baik merumahkan perempuan. Ini malah menciptakan lowongan kerja baru, pulisi (bukan polisi, kalau polisi mengejar kriminal) syariah.
Mungkin kekhawatiran saya berlebihan, tapi ini bukan tanpa alasan. Orang menilai karena persepsi dan persepsi inilah yang saya dapat dari PKS. Saya berjanji tidak akan golput lagi, karena saya tidak ingin PKS menang.
**
Draft UU Anti Pornografi saya lampirkan kemudian
Tags: anti pks, golput, pemilu 2009, say no to golput, say no to megawati, say no to pks

April 11, 2009 pada 3:33 pm
Menurut hemat saya, partai-partai yang mengusung ideologi agama sedang mengalami pelemahan saat ini, ini bisa dilihat dari turunnya jumlah pemilih partai berlandaskan agama misalnya saja PKB, PPP, PAN, PBB, PDS dll.
Khusus untuk PKS meski mengalami peningkatan dibanding tahun 2004 kemarin tapi tetap saja tidak sekuat tiga partai yang berlandaskan Ideologi nasionalis seperti Demokrat, PDIP, dan Golkar.
Untuk Tahun ini parlemen diperkirakan akan lebih bersikap nasionalis mengingat 3 partai besar yang menguasai suara parlemen (Demokrat, PDIP, Golkar) adalah partai yang tidak mengusung tajuk agama.
Lebih jauh lagi orang-orang mulai sadar agama bukan hanya mewarkan jawaban bagi manusia tapi juga banyak pertanyaan, dan
bukan cuma menawarkan jawaban tapi juga setumpuk persoalan, inilah realitanya…
rakyat kita ingin kembali memilih jalan2 terdahulu yang ditempuh oleh sukarno & suharto kembali kepada nasionalisme bangsa…
kembali kepada jalan yang mengantarkan jaman keemasan bagi indonesia…
April 12, 2009 pada 2:20 am
Tragis jika PKS betul2 berkoalisi dengan SBY bahlul si pelindung bisnis kafir, saatnya PKS merapat ke partai2 Islam lainnya yang telah mereka gembosi suaranya dan berjuang bersama mereka dan jangan biarkan sebagian umat Islam jadi membenci PKS, demi untuk kemshalahatan umat. INSYA ALLAH!
Buktikan bahwa dana umat yang telah disedot untuk iklan politik PKS memang benar2 untuk kepentingan umat Islam, bukan kepentingan petinggi PKS saja, buktikan hijaumu PKS!
Jangan biarkan dirimu dianggap sebagai partai pragmatis dan oportunis, itu memalukan!
Buat para kader, saatnya kita mawas diri dan berkaca kembali akan manuver2 petinggi PKS yang haus kekuasaan saat ini, mari kembali melayani masyarakat dalam tatanan bermasayarakat yang lebih Islami, daripada sekedar tercuci otak dan terjebak dalam permainan partai!
Tujuan kita awalnya mendukung PKS adalah untuk mengagungkan Islam, bukan untuk kepentingan kekuasaan para petinggi partai, dan sayangnya banyak kader yang tidak menyadarinya!
April 12, 2009 pada 4:58 pm
Tulisan anda terlalu tendensius. Maaf kalau saya mengatakan demikian, karena kebanyakan berdasarkan opini yang kita tahu sangat dekat dengan subjektivitas yang terbentuk dari afiliasi anda (termasuk link yang anda kaitkan disini). Anda sendiri mengakui kalau hal yang anda sampaikan adalah berlandaskan opini yang terbentuk di kepala anda. Kalau boleh usul, cobalah membuat tulisan dengan lebih banyak data, bukan cuma dengan opini. Terlihat dari tulisan tentang penerapan Islam dalam hidup bernegara yang sangat sempit jika dikaitkan dengan cara taliban menerapkan Islam versi mereka, coba lihat dan baca lebih banyak sejak fase nagara Islam Madinah (dan itulah sebaik2 contoh), saya rasa itu akan lebih membuat perbandingan yang equal, dan juga akan lebih berimbang dengan alih-alih anda langsung mengaitkannya dengan PKS dan Pemilu.
Anda bisa mengatakan (dalam bahasa saya) PKS dan sekterianisme sempitnya kalau mereka menang dengan embel2 pewajiban cadar dan pelarangan perempuan untuk sekolah dan bekerja. Terlalu naif, karena anda sendiri mengaku belum pernah membaca platform PKS langsung. Saya Cuma ingin mengajak anda agar lebih berimbang dalam menilai, apalagi kemudian menuliskan hasil interpretasi yang blm matang tadi dalam bentuk tulisan.
April 12, 2009 pada 9:05 pm
Saya pikir wajar saja sebuah opini bersifat tendensius, kalau tidak subyektif saya tidak akan mengkategorikan tulisan saya sebagai opini.
Saya menyebutkan Taliban sebagai contoh sektarian sempit dari golongan yang memproklamirkan sebagai negara Islam di era modern. Saya senang sekali jika anda dapat memberi contoh negara modern yang berideologi Islam yang maju dalam hal intelektual dan moral.
Tentang platform PKS mungkin anda bisa berbagi di sini. Atau PKS beriklan tentang platform mereka sehingga orang awam seperti saya tidak merasa terancam dengan kemenangan PKS?
Menilik komentar anda, berarti benar bahwa PKS memang berencana mengganti ideologi jika menang?
April 12, 2009 pada 10:58 pm
Salam kenal Bu Melia,
Kalau memang PKS berniat merumahkan para wanita, kenapa mereka mengusung para wanita sebagai calon anggota legislatif? Dan beberapa dari mereka bahkan telah menjadi anggota DPR periode 2004-2009.
Contoh dari negara Islam yang modern? Bagaimana dengan Malaysia?
PKS dan Taliban adalah dua hal yang sangat berbeda. PKS mungkin lebih tepat dibandingkan dengan AKP di Turki (partainya Abdullah Gul dan Nechmetin Erbakan).
Juni 6, 2009 pada 5:51 pm
Manifesto PKS adalah memperjuangkan Khilafah Islamiah dan mengacu pada Ikhawanul Muslimin Mesir.
Strategi PKS memang bersifat evolusioner dan mengikuti sistem demokrasi (mendirikan partai dan ikut pemilu) meskipun Khilafah Islamiah itu anti demokrasi. Jadi PKS menggunakan sistem demokrasi untuk mencapai tujuannya.
Malaysia bukan negara Islam. Negara Islam modern itu Sudan, Arab Saudi dan Afganistan (jaman Taliban).
April 15, 2009 pada 11:09 am
awalnya kita senang pada PKS walau ada kejanggalan, mengapa ia muncul sudah ada partai Islam lain; berarti ia tidak memandang pada partai yang sudah dibentuk ulama terdahulu. Okelah, lalu yang membuat hati bertanya-tanya, adalah ketika bayan 25 2009 meminta diadakan Qunut Nazilah untuk Palestina; padahal Allah SWT menegus Muhammad SAW ketika melakukan itu dan lalau Rasul SAW berhenti. Perhatikan asbabun nuzul Ali Imran 128. Disini kentaralah bahwa demi mendapat simpati sebagai pembela Palestina, tega melawan teguran Allah SWT. Dan hati kita menangis, ternyata partai ini tega. Adakah Qunut Nazilah untuk Ambon yang dekat? Untuk Thailand selatan dan Moro yang di depan hidung? Kekhawatiran kita adalah: ini hanyalah perpanjangan dendam Palestina/hamas dan Israel yang tak kunjung sudah. Padahal hamaspun tega meroket Fatah, sesama Islam! Kita fikirkan solusi yang terbaik untuk Palestina ini sehingga tidak menular ke negara lain. Afganistan sudah begitu, Pakistan mulai, Irak sudah hancur. Kita mestinya di Indonesia tidak begitu mudah terbawa arus yang jangan-jangan memnag beginilah skenario yang dikehendaki Yahudi.
Juni 6, 2009 pada 5:55 pm
Itu karena Hamas dan PKS sama-sama berkiblat pada Ikhwanul Muslimim Mesir. Demo PKS pasti membela Hamas bukan Fatah. Ikhwanul Muslimin menganggap dirinya yang paling Islam dan paham islam yang berbeda dengannya ya tidak perlu dibela.
April 15, 2009 pada 11:27 am
Saya jd ingat debat PKS Vs PPP di TVOne bbrapa waktu lalu. Salah seorang audience dari PKS yang berjilbab, berkata bahwa tidak ada kesetaraan gender dalam Islam, dan tampaknya hal ini diamini oleh pembicara dari PKS waktu itu.
Tragis…!!
Juni 6, 2009 pada 6:11 pm
Sekedar sharing kehidupan perempuan di Arab Saudi (Negara Islam penganut wahabi yang mendukung Ikhwanul Muslimin Mesir)ada segregrasi yang jelas antara laki-laki dan perempuan.
Laki-laki dan perempuan di Saudi tidak boleh bercampur baik dalam bekerja maupun belajar, perempuan tidak boleh menyetir mobil karena ditakutkan akan bercampur dengan laki-laki.
Perempuan umumnya bekerja di sektor tradisonal, pendidikan dan kesehatan (pembantu rumah tangga untuk perempuan, guru khusus untuk murid prempuan dan perawat khusus untuk perempuan).
Untuk lebih detil klik di sini:
http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=5&jd=Keinginan+Wanita+Arab+Saudi+untuk+Menyetir+Mobil+Sendiri&dn=20071003141244
April 16, 2009 pada 7:03 pm
Anda terlalu subyektif menilai PKS sebagai partai yang membawa ancaman bagi negara ini. Sebenarnya Anda tidak perlu khawatir dan berburuk sangka sedemikian buruk bila melihat kiprah kader-kader PKS di parlemen atau di tengah masyarakat melalui aksi sosial dan sebagainya. Hanya karena Anda tidak tahu, tidak mau tahu atau Anda tidak dapat melihat dengan hati nurani terhadap apa yang selama ini dilakukan PKS. Silahkan klik situs PKS, atau berkunjung ke sekretariat PKS hingga tingkat DPP dan bertanya tentang platformnya.
untuk risahanafi, Anda juga tidak tahu bahwa ketika peristiwa Ambon terjadi, kader-kader PKS juga dihimbau untuk shalat gaib. Dan sebaiknya Anda juga cari tahu tentang faksi fatah dan Hamas. Masalahnya Anda tidak tahu bahwa Fatah mendukung berdirinya negara Israel
Juni 6, 2009 pada 6:21 pm
Dari tujuan dan cita-cita, baik PKS atau partai islam lain atau partai nasionalis apa pun di Indonesia pasti ingin menciptakan kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik.
Namun, jika ada partai yang ingin memaksakan hukum syariah (ala wahabi dan ikhwanul muslimin) sebagai hukum positif Indonesia, saya secara pribadi tentu khawatir.
April 17, 2009 pada 1:21 pm
silaturrahmi blog …
April 18, 2009 pada 11:48 pm
Bu melia….
jika anda bukan pengamat politik, sebaiknya uneg2 itu ditulis dalam buku catatan pribadi. Jika kata2mu tak lagi bermanfaat bagi sesama dan hanya akan memecah belah masyarakat baiknya kata2mu kau tulis didinding kamar mandimu. Biarkan masyarakat menilai sendiri. UU Anti Pornografi jelas punya tujuan yang baik dan itu pasti ada dalam hati anda, hanya teradang kepentingan diluar hati-lah yang telah menyeret manusia membohongi dirimu sendiri. Perjalanan hidup manusia adalah dari telanjang, satu dua tahun kemudian akan malu jika tidak bercelana, tiga, empat, lima tahun dan seterusnya makin malu jika tidak berpakaian.
Kenapa engkau bisa mengkingkari kodratmu sendiri sebagai manusia yang berakal. Jika engkau seekor kambing mingkin itu harap dimaklumi.
Cobalah keluarkan kata-kata dari mulutmu yang manis2 agar engkau sedikit demi sedikit tahu bahwa hidup kita ini hanya sementara.
Juni 6, 2009 pada 6:25 pm
Pak Sugeng,
Saya tentu tidak selalu benar. Tapi saya berniat baik ketika menyampaikan kritik dan concern saya terhadap apa yang terjadi di sekitar saya.
Justru karena berakal lah maka saya menyampaikan kritik saya dengan tulisan, bukan dengan memukul orang yang berbeda pendapat dengan saya seraya berteriak “Allahu Akbar”.
April 19, 2009 pada 12:04 am
PKS ea ? ? ?
hmmm . . .
memang q gg tw tntang politik. tp mnurut q, PKS tu gg kayak yang km pkirin. emang c, PKS t terlalu islam tp PKS ttap da toleransi. dan saya tekankan kepada anda. PKS tidak sperti yang anda byangkan. cobalah anda husnudzan terhadap PKS. jgn pikirannya suudzon melulu. mengenai UU pornografi, tu tidak merugikan wanita. bahkan itu untuk melindungi wanita. apakah anda tidak pernah membaca al quran dan al hadis tentang menutup aurat??? dalam surat an-nur ayat 31 tertulis jelas tentang larangan seorang wanita yang memperlihatkan perhiasannya atau auratnya. apakah anda tidak pernah membaca alquran ? ? ? katanya anda islam. gimana sih? masa’ gak pernah membaca al quran. masa’ kalah sama seorang anak kecil seperti aq. anak SMA kelas 1.
dulu jalan pikiran aq juga sama kayak gitu. tapi setelah aq memahami al quran dan surat an-nur ayat 31, aq jadi mengerti kenapa wanita MUSLIMAH di wajibkan mengenakan menutup aurat. ya seperti yang saya bilang, wanita muslimah. kalau bukan muslimah, ya silahkan mau buka auratnya silahkan. telanjang juga silahkan.
“Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu’min: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Ahzab: 59).
Tahukah Anda tentang istilah jilbab? Jilbab dikenakan perempuan muslimah untuk menutup aurat mereka. Aurat adalah bagian tubuh yang seharusnya tidak terlihat oleh orang lain, kecuali orang tertentu sebagaimana ketentuan Allah dan Nabi Muhammad SAW.
April 19, 2009 pada 12:09 am
perlu saya kasih tau ke anda lagi. walau saya seorang anak SMA. tapi saya juga di ajarkan hukum- hukum islam. sebaiknya, anda belajar membaca dan mengimani al quran. saya adalah seorang murid SMA bukan SMA biasa yang hanya mengajarkan ilmu- ilmu essac tp saya juga di ajarkan ilmu agama. karena ust/dzah saya di SMAIT mengajarkan tentang aurat wanita . . .
Juni 6, 2009 pada 6:42 pm
Tidak ada sedikit pun tulisan saya mengenai jilbab. Hukum berjibab masuk dalam ranah khilafiah (ada ulama yang mewajibakan ada yang tidak).
UU pornografi merupakan paksaan partai yang dimotori PKS dan didukung oleh partai-partai oportunis di DPR.
Kita ambil contoh pelaksanaan Perda Syariah No 8/2005 (yang sejenis dengan UU Pornografi) di Tangerang Banten:
Pasal 4:
Setiap orang yang sikap dan perilakunya mencurigakan sehingga menimbulkan suatu anggapan bahwa ia/mereka pelacur dilarang berada di jalan-jalan umum…atau di tempat lain..
Pertanyaannya atas pertimbangan siapa seseorang mencurigakan sebagai pelacur? Bukankah ini sangat subyektif? Tidak heran jika perda ini memakan korban ketika perempuan baik-baik terkena razia hingga menjadi kontroversial di media massa.
Silahkan Karin dan ustadsnya baca-baca UU Pornografi di link yang sudah saya cantumkan di atas
April 27, 2009 pada 10:39 am
saya pribadi agak khawatir dengan kemungkinan PKS menjadi penguasa, fakta PKS seringkali menjadi motor demo yang menggerakkan massa dan setiap demo yang mengusung nama HTI kelihatannya adalah juga PKS, saya merasa miris karena mereka cenderung terlalu berorientasi pada agama yang cenderung menjadi otoriter.
negara ini didirikan sebagai negara nasionalis oleh Bapak Bangsa, sehingga memang ide mendirikan negara islam tidak sesuai dengan kondisi bangsa yang pluralisme
terus terang saja sekarang saya jadi kecewa dengan sistem pemilu, coba aja pikir perolehan PKS di Pemilu Caleg cuma 8% logikanya tidak semua orang Indonesia yang muslim juga setuju dengan platform mereka, tapi sekarang koq yah mau membonceng partai mayoritas, brarti ujung-ujungnya cuma mo berkuasa aja
saya sungguh ngeri sekali kalau PKS berkuasa
Juni 6, 2009 pada 6:44 pm
Saya juga kaget ketika mendengar target PKS di Pemilu 2009 adalah merebut RI-2 (ngga heran PKS juga yang membisiki JK supaya mencalonkan diri, jadi kursi cawapres kosong)
dan target PKS di Pemilu 2014 adalah RI-1
April 28, 2009 pada 6:10 pm
Politik bukan tempatnya da’wah.. kalo PKS mau berda’wah jangan berpolitik, dan kalo mau berpolitik jgn berda’wah..
dan yg harus diingat bahwa PKS ntu ga bisa ngurus negara dan ga ngerti ngurus negara…
Tengok deh semua Wilayah dan Institusi yg dipimpin oleh kader PKS.. Amburadul!!!!!!! dan kalo pengen tau amburadulnya kayak gimana? tanya langsung sama staf, karyawan dan rakyat yg langsung dipimpinnya.
Dan liat jg hasil PEMILU kemaren, wilayah-wilayah yg dikepalai oleh kader PKS, tidak terlihat adanya kemenangan partai tersebut. (fuckpks@hotmail.com)
April 28, 2009 pada 6:11 pm
Politik bukan tempatnya da’wah.. kalo PKS mau berda’wah jangan berpolitik, dan kalo mau berpolitik jgn berda’wah..
dan yg harus diingat bahwa PKS ntu ga bisa ngurus negara dan ga ngerti ngurus negara…
Tengok deh semua Wilayah dan Institusi yg dipimpin oleh kader PKS.. Amburadul!!!!!!! dan kalo pengen tau amburadulnya kayak gimana? tanya langsung sama staf, karyawan dan rakyat yg langsung dipimpinnya.
Dan liat jg hasil PEMILU kemaren, wilayah-wilayah yg dikepalai oleh kader PKS, tidak terlihat adanya kemenangan partai tersebut.
Mei 3, 2009 pada 8:11 am
instropeksi diri ah
Mei 12, 2009 pada 5:06 pm
Saya simpatisan PKS tapi bukan kader, dan saya berhenti dari golput karena PKS, krn mereka anti korupsi, saya tdk peduli dg platform yg mereka bawa, tapi sepanjang ada partai spt PKS yg antikorupsi dan senantiasa ber-bakti sosial maka saya akan memilih-nya. Jika sesuatu terjadi terhadap PKS dan tdk ada lagi partai spt mereka, maka saya kembali golput, demikian.
Juni 6, 2009 pada 7:04 pm
Saya juga anti korupsi. Saya berkeyakinan ketika saya mencuri uang 100 jt maka “the universe” akan mengambil uang/ tenaga/ pikiran/ emosi saya dan keluarga yang menikamti uang korupsi saya dalam bentuk kemalangan/ kesedihan/ kerugian/ kehilangan sebesar 100 jt plus multiplier effeknya.
Saya percaya alam akan mengadakan keseimbangan membalas sebanyak maksiat yang saya lakukan di dunia jauh sebelum pembalasan di akherat.
Degradasi moral, ketidakadilan, kemelaratan, ketidakmerataan kekayaan di Indonesia bukan salah pada ideologinya atau hukumnya namun lebih kepada siapa yang memimpin. 32 tahun dikungkung dalam orba tentu kita butuh waktu lebih banyak untuk menyusun sistem demokrasi yang lebih kuat, sistem di mana tanpa pemimpin militer berkuasa pun pemerintah sanggup menjalankan roda pemerintahan. Sistem di mana yang salah dihukum, yang benar mendapat keadilan.
Saya tidak melupakan bahwa reformasi 1998 membuat kita mendapatkan priviledge kebebasan berpendapat. Ngga terbayang rasanya nge-blog pada jaman orba. Takuuut…
Dan jujur saya tidak ingin menukar Demokrasi Pancasila yang sedang tertatih-tatih ini dengan ideologi lain, ideologi yang bisa saja merenggut kebebasan pendapat ini.
Mei 23, 2009 pada 11:05 am
Sudah liat kan sepak terjang PKS di pascapemilu 2009, dan pra-pilpres?
Bagaimana sikap gila kuasa dan oportunisnya muncul?
Dan sodara-sodara yang jadi kader, simpatisan, ataupun pengurus PKS, apakah tidak merasa “terpesona” oleh sikap para atasan di PKS? Hari ini bilang koalisi dan mendukung(…asal ada imbalan jabatan cawapres).. ganti hari mengancam akan cabut dari koalisi, .. ganti hari menghujat sesama muslim. ganti hari gabung lagi aja deh..
Atau itu yg dinamakan dgn “politik” versi pembesar PKS?
Juni 6, 2009 pada 11:07 am
as your brother …. berikut adalah opini gw:
“pemilu 2009 ini saya pilih PKS lho!”
mungkin ada baiknya pemimpin PKS ini menjernihkan kekuatiran mereka2 yang anti / tidak pro PKS ttg benarkah PKS akan merumahkan perempuan dan “menjilbabkan” Garuda Pancasila kalau nanti mereka berkuasa?
saya pilih PKS karena saya juga kecewa dengan PAN…. yang hebat cuma AMIN RAIS doank!
PKS ini partai jujur dan bersih.
Cuma saya agak kecewa kenapa PKS kok “meyusu” ke SBY ???
Saya lebih suka PKS jadi oposisi….
Wahai Pembesar PKS apakah kalian tidak PEDE jadi OPOSISI dengan cuma 10 % suara?
Kritiklah Penguasa, jangan cuma jadi YES MAN!
Juni 6, 2009 pada 6:47 pm
peace man..
Juli 5, 2009 pada 5:07 pm
Slmat datang rakhmatan lill alamin…,slmat datang dibwah naungan N.K.RI,nuwun
Juli 10, 2009 pada 12:00 am
anda tahu bagaimana PKS dengan pintarnya merangsek masuk ke dalam kampus, dengan menguasai BEM KM UGM? BEM KM UGM adalah contoh nyata bagaimana pola pengkaderan PKS. matikan oposisi, matikan mahasiswa, ajak mereka bergabung dengan ideologi PKS, dan ini akan meminimalkan kritik terhadap PKS justru dari mahasiswa sendiri yang notabene penggerak motor Reformasi! saya yakin, jika PKS berkuasa, sangat sulit bagi mahasiswa untuk melakukan People Power seperti saat menjungkalkan SOeharto.
anda tahu konsepsi mengenai NASAKOM? Nasionalis, Agama, Komunis. 3 platform politik ini pada masa Soekarno dipelihara untuk menyatukan 3 ideologi utama di Indonesia. Namun ketika G30S/PKI muncul, dan kemudian peralihan ke masa Orde Baru, Nasionalis ditekan, Agama ditekan walau dengan cara2 khusus, dan Komunis diberangus. Pada zaman Reformasi, Nasionalis berkembang namun tidak sebesar masa lalu (hal ini karena Indonesia semakin lama kehilangan nasionalismenya), Agama sangat berkembang pesat, terutama barisan radikalnya termasuk PKS yang platformnya jelas merujuk kepada paham Wahabi, dan Komunis masih diberangus dengan tulisan “Awas Bahaya Laten Komunis”.
kenapa saya menulis itu, karena ini ada hubungannya dengan ultranasionalis sebagai ekstrimis nasional, lalu ada ekstrimis kiri yang lekat disandingkan dengan komunisme, dan satu lagi yaitu ekstrimis kanan yang berjalan dengan agama. pada zaman Orba, ultranasionalis tidak terjadi karena itu akan sangat berbahaya terhadap pemerintahan Soeharto yang pro-asing. saat ini, nasionalisme bahkan telah luntur dari setiap anak muda indonesia. Ekstrimis kiri tetap diberangus karena selama 32 tahun Orba, mereka juga dilarang dan tidak mungkin berkembang, dan ini dilanjutkan pada masa ini karena sulitnya menghilangkan stigma 32 tahun tersebut. Namun ekstrimis kanan atau agama, dalam hal ini contohnya FPI, dan tentu saja ada korelasi dengan PKS, tidak mengalami pelarangan pada masa sekarang, dibiarkan tumbuh tak terkendali, dan ini berbeda dengan masa Orde Baru.
awas! dulu ada PKI, sekarang ada PKS! dan saya yakin, keduanya sama, yaitu bertujuan mengganti Ideologi Pancasila. kalau dulu PKI mencoba mengganti dengan ideologi komunis, maka sekarang PKS ingin berkuasa, mengganti ideologi Pancasila dengan ideologi Islam radikal ala Wahabi. Wallahualam…
Juli 20, 2009 pada 10:59 pm
Sebagai seorang mahasiswa UGM Anda sangat tajam analisanya…. salut dan kemungkinan benarnya 85%… dampaknya bisa dilihat sendiri kejadian tgl 17 July 2009 di JWM & RITZ….mangkanya Pemerintah Jangan Korupsi sehingga bisa Tegas Memberantas yang Radikal…
Juli 25, 2009 pada 2:55 am
Saya yakin apabila seorang beragama dengan baik,pasti dia akan melaksanakan ajaran agamanya dengan baik, mematuhi ajaran dari utusanNya dan penciptaNya. Bukan mengumpat ajaran agamanya dan berkiblat terhadap agamanya orang liberal. Semua punya konsekwensi, saya yakin apa yang diperintahkan oleh Tuhan pasti yang terbaik. Karena Dia yang tahu kita. Janganlah sombong dg kepintaran.Kita ada karena diadakan, hidup karena dihidupkan, kaya karena dikayakan, Pintar karena dipintarkan. Dan seseorang pasti tidak akan berdaya bila dicabut apa yg dikaruniakanNya.Jangan menggunakan Opini sendiri yang sebetulya sudah ada pakemnya, dan selalu menanyakan kenapa ajarannya harus begini, kenapa harus begitu seperti apa yang selalu dilakukan oleh Yahudi.Pikirkanlah apa yang diciptakannya dan bisa berguna untuk masyarakat banyak. Dan bukan mengukuhkan keegoisan untuk mempertahankan bahwa pendapat dirinyalah yang paling benar. Jangan bergaya Hidup Hedonisme. karena orang yang paling cerdas adalah yang selalu memikirkan kehidupan sesudah kematian. Hidup Cuma sebentar maka berhati-hatilah dengan perangkap2 dunia yang selalu di gemboskan oleh orang2 liberal…Mulailah anda belajar untuk membaca kitabNya, dan ajaran2 utusanNya, dan mengamalkannya, bila anda masih mengaku sebagai HambaNya.
September 18, 2009 pada 3:24 pm
iya, bahaya tuh pks…
Oktober 29, 2009 pada 1:41 pm
Yang jelas, kalau PKS menjadi penguasa di negara pluralisme Indonesia, saya akan mengajak ratusan orang yang berfikiran waras untuk menghabisi semua simbol2 islam, dimanapun siapaun dia..Saya akan bunuh semua wanita bercadar, pria berjanggut, semua akan saya bunuh sampai tak bersisa sedikitpun..Jangan sampai pernah berdiri negara islam di indonesia..!!!! PKS tidak lebih denagn SAMPAH negara!!!
Oktober 29, 2009 pada 1:42 pm
Kalau ada yg inigin mendirikan negara Islam di Indonesia, sebaiknya segera keluar dari Indonesia..!!!! Tinggal saja di Arab sana..atau sekalian saja ke NERAKA..!!!!!!
Oktober 29, 2009 pada 1:44 pm
Busana nasional asli Indonesia yaa kebaya, kain dengan rambut disanggul/dikonde..Bukannya JILBAb..!!!! Apa itu jilbab..?? Ngelihtanya saja sudah MUAk..!!!! Kalau ada yang tidak suka berkebaya, bersanggul, yaa jangan tinggal di Indonesia..!!! Indonesia yaa tetap Indonesiaa..!!! Jangan merubah Indonesia seperti Arab..!!! Nyatanya Arab yang katanya negara Islam, tapi banyak TKW Indonesia yg disiksa dan diperkosa..!!!! Begitukah ajaran syariat Islam…????!!!!
Oktober 29, 2009 pada 1:46 pm
Banyak lhoo wanita berjilbab yang tingkah lakunya lebih BURUK daripada PELACUR..!!!!!