Beberapa pembaca Amerika di amazon.com mengomentari bahwa “The Secret” tidak membahas rahasia (secret) sama sekali. Sepengetahuan saya, Ibnu Sina dalam Treatise on Love menyebut apa yang dibahas “The Secret” sebagai “simpati”. Ahli fisika kita, Yohanes Surya, mengarang buku sejenis dan menyebutnya sebagai “mestakung, semesta mendukung”. Namun mengingat buku-buku ini tidak membahas tema ini dengan lebih sederhana, menurut saya The Secret pantas menyandang judulnya.
The Secret bercerita tentang The Law of Attraction, Hukum Tarik Menarik. Segala yang datang ke dalam hidup kita ditarik oleh kita sendiri. Dan segala sesuatu itu tertarik pada kita karena pencitraan yang kita lakukan dalam pikiran kita. Di dalam diri kita terdapat sebuah magnet yang lebih kuat dari segala sesuatu yang ada di dunia, yang terpancarkan melalui pikiran-pikiran kita. Karena bersifat magnetis pikiran memiliki frekuensi dan selama kita berpikir, pikiran-pikiran ini dikirim ke alam semesta.
Seperti hukum alam yang lain, hukum tarik menarik bersifat konsisten. Ketika kita memikirkan hal-hal yang kita inginkan dan kita fokuskan semua niat kita kepadanya, hukum tarik menarik akan memberikan persis seperti apa yang kita inginkan. Sayangnya, ketika kita fokus pada hal-hal yang tidak kita inginkan, hukum tarik menarik tidak mendengar bahwa kita tidak menginginkannya. Hukum ini tidak membedakan apa yang kita inginkan dan apa yang tidak kita inginkan. Ketika kita fokus pada sesuatu meskipun kita tidak menginnginkannya, kita sebenarnya sedang memanggil sesuatu itu untuk menjadi kenyataan. Baca entri selengkapnya »